Konten Media Partner
Benarkah Minum Susu Bikin Gigi Anak Berlubang? Berikut Penjelasannya
15 Juni 2025 9:35 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Benarkah Minum Susu Bikin Gigi Anak Berlubang? Berikut Penjelasannya
Namun di balik manfaatnya, konsumsi susu terutama susu kemasan dengan rasa perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Susu dikenal sebagai minuman bergizi tinggi yang digemari berbagai kalangan, khususnya anak-anak. Kandungan nutrisinya yang lengkap seperti karbohidrat, lemak, protein, kalsium, vitamin, dan berbagai mineral penting, menjadikannya bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Namun di balik manfaatnya, konsumsi susu terutama susu kemasan dengan rasa perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua. Pasalnya, kandungan gula yang tinggi pada susu berperisa seperti cokelat dan stroberi berpotensi memicu masalah kesehatan gigi pada anak, khususnya gigi berlubang.
βGula dalam susu kemasan bisa menyumbang 30β50% dari rekomendasi asupan gula harian anak, yaitu sekitar 25 gram menurut Kementerian Kesehatan,β ungkap drg. Bingah Fitri Melati, Sp.KGA, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi UM Surabaya, dalam keterangannya, seperti dikutip Basra, Minggu (15/6).
Bingah menjelaskan, sisa susu manis yang menempel pada gigi akan diubah oleh bakteri menjadi asam. Asam ini kemudian mengikis mineral pada gigi, dan jika dibiarkan terus-menerus, dapat menyebabkan gigi berlubang atau karies.
Tak hanya jenis susu, waktu konsumsi juga berpengaruh besar. Kebiasaan anak meminum susu menjelang tidur malam tanpa menyikat gigi terlebih dahulu meningkatkan risiko kerusakan gigi secara signifikan. Apalagi jika anak minum susu menggunakan dot, yang menyebabkan susu lebih lama menempel pada gigi depan bagian atas.
βUntuk anak di atas usia satu tahun, sebaiknya minum susu menggunakan gelas atau sedotan. Setelahnya, biasakan untuk berkumur atau menyikat gigi,β tambah Bingah.
Selain itu, orang tua dianjurkan memilih produk susu dengan kadar gula rendah dan tidak lupa melakukan pemeriksaan gigi anak secara rutin setiap enam bulan sekali.
βDengan langkah pencegahan yang tepat, manfaat susu tetap bisa diperoleh tanpa mengorbankan kesehatan gigi anak,β pungkasnya.
