Konten Media Partner
Berbagi Kisah Bareng Alumni Berprestasi Isi MPLS di SMAN 9 Surabaya
16 Juli 2025 10:13 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Berbagi Kisah Bareng Alumni Berprestasi Isi MPLS di SMAN 9 Surabaya
Salah satu sekolah favorit di Kota Pahlawan ini mengisi kegiatan MPLS dengan menghadirkan kisah para alumninya yang berprestasi di level nasional. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menyambut siswa baru. MPLS biasanya diisi dengan berbagai kegiatan menarik yang melibatkan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Seperti yang dilakukan SMAN 9 Surabaya. Salah satu sekolah favorit di Kota Pahlawan ini mengisi kegiatan MPLS dengan menghadirkan kisah para alumninya yang berprestasi di level nasional.
Bertajuk 'Prestasi Tanpa Sensasi' sesi sharing session tersebut menghadirkan tiga alumni yang kini berstatus mahasiswa namun telah mencatatkan beragam prestasi di tingkat nasional. Mereka adalah Tepy Lindia Nanta, Muhammad Zaki Raihansyah, dan Rahandi Alifyant Ramadan.
Tepy Lindia Nanta, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), membagikan kisahnya di dunia riset. Ia merupakan peraih medali emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2023 dan medali perak dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional (PILMAPRES) 2024.
Tepy menjelaskan bahwa pencapaiannya bukan hasil dari keinginan untuk tampil, melainkan hasil dari kesukaan terhadap proses belajar dan meneliti.
“Saya nggak pernah merasa sedang bersaing sama siapa-siapa. Saya cuma jalanin apa yang saya suka, yaitu riset,” ujarnya, Rabu (16/7).
“Buat saya, yang penting karya saya bermanfaat. Soal dikenal atau enggak, itu bonus aja. Semua orang punya proses dan waktunya masing-masing," sambungnya.
Muhammad Zaki Raihansyah, mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), berbagi perjalanan dari jalur vokasi yang ia tekuni. Zaki berhasil meraih peringkat pertama dalam Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) 2024 dan peringkat kedua dalam ajang Bintang Politeknik Nasional 2025.
“Dulu saya sempat ragu, apakah fokus pada keterampilan bisa bikin saya bersaing. Tapi setelah saya tekuni, ternyata bisa banget,” ucapnya.
“Saya belajar banyak dari SMAN 9, terutama soal keterbukaan dan manajemen waktu. Itu yang bikin saya bisa konsisten belajar, sambil terus ngembangin diri lewat lomba-lomba praktikal," imbuhnya.
Sementara itu Rahandi Alifyant Ramadan, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) kini aktif sebagai Koordinator Asisten Laboratorium dan Asisten Dosen untuk mata kuliah Pemrograman Komputer.
Ia juga merupakan co-founder dari CRITENOUS Media, sebuah platform edukasi dan teknologi yang ia rintis bersama timnya sejak awal kuliah.
Alif mengungkapkan bahwa semua proses yang ia jalani berakar dari keaktifan dan pencarian arah sejak masa sekolah.
“Waktu SMA, saya belum tahu banget mau ke mana. Tapi saya aktif di kegiatan sekolah, dan itu bantu banget untuk ngerti minat dan kemampuan saya,” katanya.
“Nggak harus tahu semua dari awal, yang penting mulai aja dulu. Nanti di jalan kita bisa evaluasi, bisa muter arah, bisa belajar. Sekarang pun saya masih belajar, bahkan dari mahasiswa sendiri," ujarnya lagi.
Ketiganya menyampaikan pesan yang sama, bahwa prestasi sejati tidak harus tampil di depan banyak orang, tapi harus punya dampak dan makna.
“Jangan bandingin diri sama orang lain,” pesan Tepy.
“Bandingin aja sama versi dirimu kemarin. Kalau belum tahu harus mulai dari mana, ya coba aja dulu satu hal yang kamu penasaran," tutur Zaky.
Sementara Alif menekankan pentingnya menjaga keseimbangan, “Dan jangan lupa, punya waktu istirahat itu juga penting. Nggak semua harus dikejar sekaligus.”
Melalui sesi ini, SMAN 9 Surabaya ingin menunjukkan kepada siswa baru bahwa membangun masa depan tidak selalu harus dengan langkah yang besar dan mencolok. Justru lewat langkah-langkah kecil yang konsisten, penuh makna, dan berakar dari kejujuran pada diri sendiri, prestasi akan datang dengan sendirinya.
