Konten Media Partner
Berusia 104 Tahun, Mbah Marhamah Asal Pamekasan Jadi Jemaah Haji Tertua di Jatim
30 Mei 2025 6:44 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Berusia 104 Tahun, Mbah Marhamah Asal Pamekasan Jadi Jemaah Haji Tertua di Jatim
Mbah Marhamah (104) tergabung dalam rombongan kloter 95 dari kabupaten Pamekasan. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Asrama Haji Surabaya pada Kamis (25/5) kemarin menerima kedatangan jemaah haji tertua di Jawa Timur yaitu Mbah Marhamah.
Mbah Marhamah (104) tergabung dalam rombongan kloter 95 dari kabupaten Pamekasan, didampingi anaknya yang nomor delapan yakni Ayyamah. Mereka berdua berasal dari Dusun Nagasari, Desa Palengan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.
Ayyamah (40 tahun) menceritakan jika dirinya telah mendaftar haji sejak 2013 sedangkan sang ibunda, Mbah Marhamah, mendaftar haji pada tahun 2019.
โSebenarnya ibu saya sudah lama ingin berhaji, cuma karena secara ekonomi belum mampu, anak-anaknya juga banyak, ada sepuluh, baru bisa mendaftar tahun 2019,โ tutur Ayyamah.
Ia menceritakan sang ibunda dulu adalah petani. โPetani macam-macam, mulai tembakau, kangkung, bayam, hingga kacang,โ tuturnya. Namun semenjak 10 tahun terakhir, Mbah Marhamah sudah tidak bekerja lagi.
Ayyamah yang sehari-hari bekerja membuat genteng ini menceritakan jika ibunya rutin menabung di celengan bambu setiap harinya untuk dapat mendaftar haji.
โKalau nominal menabungnya tidak tentu. Biasanya kalau punya uang 100 ribu, yang 30 ribu ditabung di celengan bambu. Seperti itu selama bertahun-tahun. Ketika sudah ada Rp 25 juta, uang yang terkumpul dipergunakan untuk mendaftar haji,โ jelasnya.
Secara penampilan Mbah Marhamah tidak seperti usia 100 tahun lebih, melainkan seolah masih berusia sekitar 60 tahunan.
Ayyamah menceritakan rahasia awet muda ibunya adalah rutin melaksanakan shalat tahajud, salat hajat, salat dhuha serta sehari-hari terbiasa membaca salawat nariyah. Mbah Marhamah juga disiplin dalam menjaga pola makan.
โIbu saya ini tidak mau makan nasi dari magic com. Kalau mau makan nasi harus dimasak secara tradisional di kompor. Beliau tidak mau makan makanan yang mengandung bahan pengawet, jadi hanya makan makanan yang direbus. Alhamdulillah di usia memasuki 104 tahun, ibu masih sehat hanya pendengarannya sudah berkurang. Jadi beliau ini tidak punya sakit diabetes maupun hipertensi,โ terangnya.
Lebih lanjut, Ayyamah menceritakan ayahnya yang berusia 108 tahun juga memiliki pola makan sehat yakni tidak mau makanan berpengawet.
โCuma ayah saya sudah tidak bisa ngapa-ngapain, hanya baring-baring di tempat tidur saja sekarang,โ ujarnya lirih.
Meskipun usinya hampir 104 tahun, Mbah Marhamah tetap optimis dapat menunaikan ibadah haji sebaik-baiknya dan berharap diberikan kemudahan dan kelancaran selama di tanah suci.
Agar dapat melaksanakan ibadah haji sebaik mungkin. Mbah Marhamah yang tidak membawa kursi roda, mendapat fasilitas pinjaman kursi roda dari PPIH Embarkasi Surabaya untuk dapat dibawa ke tanah suci.
Ia dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada Jumat (30/5) pukul 15.05 WIB dari Bandara Internasional Juanda.
