Konten Media Partner

Bisakah Radioterapi Dilakukan pada Anak? Dokter AHCC Berikan Penjelasan

25 Juni 2025 6:25 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Bisakah Radioterapi Dilakukan pada Anak? Dokter AHCC Berikan Penjelasan
Radioterapi dapat dilakukan pada anak-anak, namun biasanya diberikan dengan pertimbangan yang sangat hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi anak. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
dr. Dyah Erawati, Sp.Rad Sp.Onk Rad (K). Spesialis Radiasi Onkologi Adi Husada Cancer Center (AHCC).
zoom-in-whitePerbesar
dr. Dyah Erawati, Sp.Rad Sp.Onk Rad (K). Spesialis Radiasi Onkologi Adi Husada Cancer Center (AHCC).
Radioterapi atau terapi radiasi adalah prosedur medis untuk menangani penyakit kanker. Tujuan radioterapi adalah untuk membunuh sel-sel kanker, menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker, serta mencegah kambuhnya penyakit kanker.
Sering berseliweran pertanyaan apakah radioterapi bisa dilakukan pada anak? Terkait hal ini, dr. Dyah Erawati, Sp.Rad Sp.Onk Rad (K). Spesialis Radiasi Onkologi Adi Husada Cancer Center (AHCC) memberikan penjelasannya.
β€œAnak itu bukan miniatur orang dewasa, sehingga mempunyai kekhususan tersendiri. Radioterapi dapat dilakukan pada anak-anak, namun biasanya diberikan dengan pertimbangan yang sangat hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi anak, mengingat anak juga masih dalam masa tumbuh kembangnya. Beberapa pedoman bahkan menyarankan untuk menghindari radiasi pada anak di bawah 2 tahun," terang dr Dyah kepada Basra, (24/6).
dr Dyah menuturkan, alat maupun prosedur radioterapi pada pasien kanker anak-anak tak berbeda jauh dengan prosedur yang dilakukan pada orang dewasa.
"Alatnya sama, prosedurnya juga sama. Hanya dosis per kali radiasi dikecilkan," imbuhnya.
Hal penting yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan radioterapi adalah membangun komunikasi dengan orang tua pasien anak.
Menurut dr Dyah, hal penting yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan radioterapi adalah membangun komunikasi dengan orang tua pasien anak. Hal ini agar orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik tentang radioterapi. Misalnya, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana radioterapi itu akan membantu anak untuk bisa sembuh.
"Perlu ada komunikasi, diskusi bersama orang tua. Kami perlu bicara dengan orang tua agar lebih memahami pilihan terapi radiasi (jenis yang akan digunakan), efek samping, dan potensi manfaat serta risikonya," jelasnya.
Setelah orang tua memberikan persetujuan tindakan medis bagi anak untuk menerima terapi radiasi, janji bertemu akan dijadwalkan bagi anak untuk menjalani sesi perencanaan radiasi.
Ini diperlukan untuk mendapatkan detail anatomi anak dan lokasi tumor, sehingga memungkinkan ahli onkologi radiasi dan fisikawan medis untuk menyusun rencana pengobatan yang disesuaikan. Rencana itu akan menentukan area sasaran pengobatan, dosis radiasi, dan distribusi guna memastikan bahwa berkas radiasi ditembakkan secara akurat sehingga meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, anak juga akan menjalani prosedur immobilisasi, yang memastikan bahwa ia akan diposisikan dengan cara yang sama untuk setiap pengobatan. Untuk membantunya tetap diam, misalnya menggunakan masker kepala dan leher, atau cetakan tubuh, dapat dibuat agar pas dengan tubuh dan terasa nyaman sekaligus mengurangi gerakan tubuh.
"Biasanya masker ini akan digambar sesuai tokoh atau karakter yang diinginkan anak. Ini agar anak menjadi lebih nyaman saat radioterapi," tukasnya.
Namun jika anak usianya masih sangat kecil dan merasa tidak nyaman tinggal di ruang pengobatan sendirian atau sulit untuk tetap diam selama pengobatan, maka ia mungkin harus dibius.
"Jadi kita perlu dokter anastesi. Sekali lagi yang diutamakan adalah kenyamanan anak. Jadi kami perlu banyak komunikasi dengan orang tua agar orang tua juga bisa membantu memberikan rasa nyaman pada anak," tandasnya.
Terkait efek samping, dr Dyah menuturkan jika efek samping dari radioterapi bersifat lokal. Artinya hanya terjadi pada lokasi dilakukannya radioterapi. Misalnya kulit akan menjadi lebih gelap.
Trending Now