Konten Media Partner

Bulan Peduli Down Syndrome di Surabaya, Dukung Anak Down Syndrome Tumbuh Sehat

18 Oktober 2025 13:14 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Bulan Peduli Down Syndrome di Surabaya, Dukung Anak Down Syndrome Tumbuh Sehat
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada orang tua anak-anak down syndrome agar dapat mendampingi tumbuh kembang mereka," sambungnya. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Anak-anak down syndrome sedang menari jaranan. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak down syndrome sedang menari jaranan. Foto: Masruroh/Basra
Oktober ditetapkan sebagai Bulan Kesadaran Down Syndrome Nasional. Momen ini digunakan untuk meningkatkan kesadaran, mendukung individu dengan sindrom Down, dan menghapus stigma negatif.
Memperingati Bulan Kesadaran Down Syndrome Nasional, Pusat Informasi Kegiatan Persatuan Orang Tua Down Syndrome (PIK POTADS) Provinsi Jawa Timur menggelar berbagai kegiatan menarik. Salah satunya adalah Bincang Santai Bersama Pakar Gizi dan Psikologi.
"Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Down Syndrome Awareness Month (DSAM) 2025 bertema 'Tumbuh, Berkembang, dan Bermakna' dengan slogan 'Lebih dari Sekadar Kromosom: Kami Punya Mimpi'," ujar Suwahyu Ketua Panitia DSAM 2025 PIK POTADS Jatim, disela kegiatan, Sabtu (18/10).
Suwahyu melanjutkan, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber pakar, yakni Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, yang membahas tentang diet sehat bagi anak down syndrome. Dan Psikolog Muryantinah Mulyo Handayani, MPsych (Ed & Dev) yang membahas masa pubertas anak berkebutuhan khusus (ABK).
"Kegiatan ini merupakan kolaborasi edukatif antara akademisi dan komunitas dalam mendukung keluarga anak dengan Down Syndrome agar tumbuh lebih sehat, percaya diri, dan bermakna," terang Suwahyu.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada orang tua anak-anak down syndrome agar dapat mendampingi tumbuh kembang mereka," sambungnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi panggung unjuk gigi bagi anak-anak down syndrome. Dengan penuh semangat mereka menunjukkan kemampuan bermain alat musik angklung dan menari jaranan.
"Sudah menjadi tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak down syndrome agar dapat tumbuh selayaknya," tandasnya.
Trending Now