Konten Media Partner

Cegah Anemia Sejak Dini, Istri-istri Dokter di Surabaya Edukasi Siswi SMA

13 Agustus 2025 11:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Cegah Anemia Sejak Dini, Istri-istri Dokter di Surabaya Edukasi Siswi SMA
Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Surabaya menggencarkan upaya preventif dalam menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan generasi muda. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) siswi. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) siswi. Foto: Masruroh/Basra
Satu dari empat remaja putri Indonesia mengalami anemia. Mereka yang mengalami anemia akan menjadi ibu hamil yang juga anemia, sehingga turut menambah prevalensi stunting di masa depan. Mengingat hal tersebut, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Surabaya menggencarkan upaya preventif dalam menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan generasi muda.
Salah satu langkah konkret dijalankan melalui Bulan Bakti Istri Dokter Tahun 2025 adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri usia sekolah, dengan menyasar siswi SMA. Pemberian TTD ini dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) siswi sekaligus penyuluhan kesehatan.
"Remaja putri, sebagai calon ibu, memegang peranan penting dalam pencegahan stunting. Pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya gizi yang baik sejak usia dini akan berdampak positif bagi kesehatan generasi mendatang," ujar Ketua IIDI Surabaya Widya Beta Subakti, kepada Basra, disela kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 5 Surabaya.
Ketua IIDI Surabaya Widya Beta Subakti.
"Stunting adalah masalah kesehatan serius yang dapat menghambat tumbuh kembang generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pencegahan stunting adalah tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat yang peduli terhadap masa depan," sambungnya.
Widya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan para siswi serta mencegah anemia, yang berpotensi menjadi faktor risiko stunting pada generasi mendatang.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Surabaya, DP3AK Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur atas kolaborasi dan dukungannya. Besar harapan kami, melalui kegiatan ini, para siswi dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan masyarakat," tuturnya.
Kegiatan tersebut disambut antusias para siswi, salah satunya Nurul Aini, siswi kelas XI SMAN 5 Surabaya. Nurul mengaku kegiatan edukasi seperti ini perlu diikuti remaja seusianya. Selain mendapat ilmu, peserta juga bisa cek kadar Hb dan mendapat suplemen tambah darah secara cuma-cuma.
"Tadi sudah periksa kadar Hb, Alhamdulillah normal. Dapat suplemen tambah darah juga yang ada rasa coklatnya. Selama ini memang sudah dapat suplemen tambah darah tapi nggak begitu suka karena agak amis gitu," ujar siswi berhijab ini.
Acara semakin meriah dengan gelaran beberapa fun game, seperti game sambung lagu-lagu kemerdekaan Republik Indonesia.
Trending Now