Konten Media Partner

Cegah Semburan Gas Seperti di Kali Rungkut, Pemkot Surabaya Lakukan Ini

19 Oktober 2025 9:27 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Cegah Semburan Gas Seperti di Kali Rungkut, Pemkot Surabaya Lakukan Ini
Pemkot Surabaya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk melakukan pemetaan pipa gas. Tujuannya, agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa di Surabaya ke depannya. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Wali kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau lokasi munculnya semburan gas. Foto: Diskominfo Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Wali kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau lokasi munculnya semburan gas. Foto: Diskominfo Surabaya
Sempat menimbulkan kepanikan warga, semburan gas yang muncul di aliran Sungai Kebon Agung, kawasan Rungkut Yakaya, Kota Surabaya, pada Kamis (16/10) malam, kini dinyatakan telah berhenti total. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bahwa semburan tersebut bukan karena fenomena alam, akan tetapi disebabkan kebocoran pipa gas. Maka dari itu, ia menyampaikan, jangan sampai masyarakat terpengaruh isu bahwa semburan tersebut ada kaitannya dengan fenomena alam.
โ€œSetelah Kamis malam lalu ada kejadian, saat itu saya meminta kepada Kepala BPBD untuk berkoordinasi dengan teman-teman PGN (Perusahaan Gas Negara), dan ITS. Alhamdulillah keesokan harinya PGN bergerak cepat menutup dua pipa,โ€ kata Eri, (18/10).
Eri menyebutkan, setelah dilakukan penutupan oleh PGN pada Jumat (17/10) sore, sudah tidak terjadi lagi semburan di sungai Rungkut Tengah. Eri menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk melakukan pemetaan pipa gas. Tujuannya, agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa di Kota Surabaya ke depannya.
Tidak hanya bersama PGN, ia mengaku, Pemkot Surabaya juga terus berkoordinasi dengan pakar geologi ITS. Karena, di Surabaya termasuk kota yang dilalui sesar.
โ€œMaka ketika terjadi hal seperti ini, yang berkomentar (statement) biar yang ahlinya. Kalaupun kebetulan terjadi (fenomena alam) beliau (pakar) akan menyampaikan apa saja yang harus dilakukan oleh warga seperti ini, dan yang dilakukan pemkot seperti ini,โ€ ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat Surabaya untuk saling menjaga satu sama lain, agar tidak terpengaruh isu yang belum tentu kebenarannya sehingga membuat warga resah.
โ€œAyo kalau ada kejadian ini saling jaga warganya. Makanya saya minta tolong kepada masyarakat kalau menyampaikan sesuatu di sosial media itu yang menenangkan warga, jangan malah dibuat bahan bercandaan sehingga menakut-nakuti warga,โ€ tegasnya.
Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto menyampaikan, bahwa PGN telah bergerak cepat melakukan penanganan pipa gas yang mengalami kebocoran di sungai Rungkut Tengah. Penanganan itu sudah dilakukan sejak Kamis (16/10) malam.
Setelah dilakukan identifikasi, lanjut Hedi, PGN segera melakukan analisa dan menutup pipa gas yang bocor. Ia memastikan, aliran gas yang melintang melalui pipa tersebut sudah tertutup.
โ€œJadi sudah tidak ada aliran lagi. Pasca kejadian ini, kami akan melakukan evaluasi,โ€ kata Hedi.
Selain itu, lanjut Hedi, PGN akan terus menjaga aliran gas yang mengalir ke rumah-rumah warga. Ia mengungkapkan, di kawasan Kecamatan Rungkut ada 10.000 pelanggan yang menggunakan gas PGN. Sedangkan yang terdampak langsung ada sekitar 475 pelanggan.
โ€œTerkait jaringan, kami akan terus melakukan investigasi untuk memastikan penyaluran gas kepada pelanggan bisa terlaksana baik dan aman,โ€ sebutnya.
Hedi menjelaskan, saat ini PGN segera melakukan rekondisi pipa gas yang bocor. Ia juga memastikan, hingga Jumat sore sudah tidak ada lagi semburan dan terdeteksi adanya kebocoran gas. โ€œAwal kan ada semburan dan tercium bau ya, sekarang sudah nggak ada,โ€ jelasnya.
Sementara itu, Dosen sekaligus pakar Geologi ITS Surabaya, Amien Widodo mengatakan, telah melakukan deteksi dini menggunakan georadar untuk memastikan penyebab semburan tersebut. Setelah diteliti lebih lanjut, lanjut Amien, ternyata semburan disebabkan oleh kebocoran pipa gas.
โ€œKalau kejadian alami itu mungkin, karena daerah ini tempat lapangan sumur migas (minyak dan gas) zaman Belanda, tapi kemarin Jumat ternyata (pipa bocor), alhamdulillah itu mudah, dan tinggal menutup saja,โ€ tutur Amien.
Trending Now