Konten Media Partner
Cerita Ratna, Pemeluk Hindu yang Kuliah Perawat di Kampus Nahdlatul Ulama
1 Juni 2025 8:57 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Cerita Ratna, Pemeluk Hindu yang Kuliah Perawat di Kampus Nahdlatul Ulama
Ratna menorehkan jejak inspiratif, sebagai salah satu lulusan Profesi Ners yang beragama Hindu, di tengah dominasi lulusan yang mayoritas beragama Islam. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Kuliah di tengah mahasiswa mayoritas muslim bagi Ratna Kartika Isnuwardani, yang seorang Hindu, bukan sesuatu hal yang membuatnya kikuk. Karena di lingkungan kerjanya sudah terbiasa seperti itu. Inilah pengakuan Ratna, satu dari puluhan mahasiswa Unusa yang diambil sumpah Profesi Ners dan Profesi Bidan, akhir pekan kemarin.
Dilahirkan di Banyuwangi pada 2 Mei 1974, ibu dari dua putra ini menorehkan jejak inspiratif, sebagai salah satu lulusan Profesi Ners yang beragama Hindu, di tengah dominasi lulusan yang mayoritas beragama Islam.
"Di lingkungan kerja saya juga sama, saya minoritas. Tapi itu tidak ada hambatan, karena toleransi dan saling menghormati keyakinan di Unusa sudah sangat baik," kata isteri dari Andrian Budi Nur Pradimmi.
Ratna mengaku menjalani seluruh proses pendidikan keperawatan dan profesi ners di kampus Nahdlatul Ulama itu dengan penuh komitmen dan semangat. Bahkan di usia yang secara sosial dianggap tidak muda lagi untuk pendidikan profesional.
Mengusung nilai-nilai Tri Hita Karana dalam kehidupannya, yakni menjaga harmoni dengan Tuhan, sesama, dan alam, Ratna membuktikan bahwa semangat pelayanan dalam bidang kesehatan tidak mengenal batas agama dan usia.
Ia menekuni ilmu keperawatan sebagai wujud dharma dan pengabdian kepada sesama.
Di tengah suasana sumpah profesi yang kental dengan nuansa keislaman, Ratna tetap menjalani proses tersebut dengan damai dan penuh penghormatan. Ia mengucapkan sumpah sesuai keyakinannya, didampingi oleh tokoh agama Hindu, sebagai bentuk penghargaan dari institusi (Unusa) terhadap keberagaman agama para mahasiswanya.
โSaya merasa diterima dan dihargai sepenuhnya. Ini bukan hanya tentang menjadi perawat, tapi menjadi manusia yang utuh, yang mengabdi dengan hati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di atas segalanya," ungkap Ratna yang tercatat sebagai PNS di RSUD Dr Soetomo Surabaya, sejak tahun 1996.
Ratna adalah contoh nyata bahwa keberagaman merupakan kekayaan, dan pengabdian sejati tidak memerlukan keseragaman.
