Konten Media Partner
Cerita Siswa SMP di Surabaya Olah Limbah Kulit Bawang Putih Jadi Tinta Spidol
26 November 2025 8:26 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Cerita Siswa SMP di Surabaya Olah Limbah Kulit Bawang Putih Jadi Tinta Spidol
Dia adalah Raihan Jouzu Syamsudin, siswa SMPN Surabaya, yang berhasil mengolah limbah kulit bawang putih menjadi tinta spidol. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Setiap kali memasak pasti ada limbah yang dihasilkan dari sisa-sisa rempah-rempah yang digunakan untuk memasak, seperti kulit bawang merah dan bawang putih. Kulit bawang selalu dianggap sampah tidak berguna yang akan dibuang begitu saja. Namun di tangan siswa SMP di Surabaya, limbah kulit bawang diolah menjadi benda bermanfaat.
Dia adalah Raihan Jouzu Syamsudin, siswa SMPN 57 Surabaya, yang berhasil mengolah limbah kulit bawang putih menjadi tinta spidol.
Ide pembuatan tinta spidol tersebut muncul dari kepedulian Raihan terhadap banyaknya sampah kulit bawang putih yang biasanya hanya diolah menjadi kompos bersama sampah organik lainnya.
Mengolah kulit bawang putih menjadi tinta spidol telah dilakukan Raihan sejak setahun silam, tepatnya ketika akan mengikuti kompetisi Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2024.
Awalnya Raihan mengaku kesulitan mendapatkan limbah kulit bawang putih dalam jumlah banyak sesuai targetnya, 1000 kilogram setiap hari.
βAlhamdulillah, dengan semangat pantang menyerah, akhirnya saya menemukan pasar dan kampung yang banyak menghasilkan kulit bawang putih,β ujar Raihan, Rabu (26/11).
Inovasi yang diciptakan Raihan diberi nama "Kubangput Ink", jika diterjemahkan maknanya adalah tinta dari kulit bawang putih.
Untuk mengolah kulit bawang putih menjadi tinta spidol, ada tahapan khusus yang dilakukan Raihan.
βAda tahapan kulit bawang putih harus diover untuk bahan pigmen pewarna hitam alami tinta spidol,β terangnya.
Tidak semua kulit bawang putih yang dikumpulkan bisa diolah menjadi tinta spidol. Kulit bawang putih yang terlalu lama disimpan bisa berpotensi lembab dan tidak bisa diolah menjadi tinta spidol. Untuk kulit bawang putih yang lembab atau rusak ini, akan dimanfaatkan Raihan menjadi eco enzim.
Kubangput Ink tidak hanya menjadi solusi limbah, tetapi juga memberikan alternatif tinta yang lebih aman bagi pengguna dan lingkungan.
Inovasi ini pula yang mengantarkan Raihan meraih penghargaan serta kesempatan tampil di berbagai pameran lingkungan.
βAnak-anak muda punya peran penting dalam melestarikan lingkungan. Kita bisa mulai dari hal kecil, seperti memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita untuk menciptakan produk yang berguna dan ramah lingkungan,β jelasnya.
Raihan berharap inovasinya dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk berani menciptakan sesuatu yang kreatif dan berdampak.
βSaya berharap pameran ini bisa menjadi contoh nyata bahwa kita bisa berkontribusi dengan cara yang kreatif dan bermanfaat,β pungkas peraih gelar Terbaik II Pangeran Lingkungan Hidup 2024 ini.
