Konten Media Partner

Dilupakan Anak, Sumia'h Berjuang Hidupi Diri Sendiri dengan Berjualan Koran

21 Agustus 2023 8:57 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Dilupakan Anak, Sumia'h Berjuang Hidupi Diri Sendiri dengan Berjualan Koran
Untuk memenuhi kebutuhan hidup mulai dari makan hingga membayar sewa tempat tinggal, Sumi'ah harus turun ke jalanan untuk berjualan koran. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Sumi'ah, penjual koran di Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Sumi'ah, penjual koran di Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
Di usianya yang hampir menginjak 50 tahun, Sumi'ah harus merasakan hidup sendiri di Kota Surabaya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mulai dari makan hingga membayar sewa tempat tinggal, Sumi'ah harus turun ke jalanan untuk berjualan koran.
"Anak ada 2, tapi sudah berumah tangga semua, ya istilahnya mereka sudah diambil orang. Jadi harus bisa mencukupi diri sendiri," kata Sumi'ah kepada Basra, Senin (21/8).
Keseharian Sumi'ah berjualan koran di traffic light Jalan Dharmawangsa-Jalan Prof Dr Moestopo. Setiap harinya Sumi'ah harus menempuh perjalanan sekitar 4 kilometer dengan jalan kaki menuju tempat berjualan koran.
"Saya kos di Ambengan. Berangkat dari kosan pagi jam setengah 6, pulangnya sore sekitar jam 4," tukasnya.
Sebanyak 20 eksemplar koran dijajakan Sumi'ah setiap harinya. Dari 20 eksemplar koran itu Sumi'ah akan mendapatkan uang sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu. Untuk membayar kos-kosan, Sumi'ah menyisihkan uang Rp 2 ribu setiap harinya.
"Untuk bayar kos nyelengi (nabung) setiap hari 2 ribu, nanti kalau waktunya bayar kos tinggal nambahi, biar nggak berat. Bayar kosnya Rp 400 ribu tiap bulannya," ungkap Sumi'ah.
Berjualan koran telah dijalani perempuan asal Bojonegoro ini sejak anak bungsunya duduk di bangku sekolah dasar kelas 3. Berstatus sebagai orang tua tunggal dari 2 anak, Sumi'ah harus bekerja keras demi mencukupi kebutuhan keluarga.
"Sempat jual minuman di Taman Bungkul, jual kopi gitu, keliling Taman Bungkul. Tapi nggak lama karena ada obrakan (razia Satpol PP) jadi balik lagi jualan koran," tuturnya.
Kini saat dua anaknya telah beranjak dewasa dan berumah tangga, Sumi'ah memilih tak mengganggu kehidupan mereka. Sumi'ah pantang 'mengemis' belas kasihan dari dua anak mau pun orang lain.
"Saya masih mampu jualan koran, ya saya akan cari uang sendiri nggak perlu minta-minta sama anak. Kan mereka sudah berumah tangga, sudah diambil orang," tandasnya.
Trending Now