Konten Media Partner
Dosen DW Diduga Lakukan Pelecehan, dari Panggil Sayang hingga Ajak Mandi Bersama
12 Januari 2022 15:11 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Dosen DW Diduga Lakukan Pelecehan, dari Panggil Sayang hingga Ajak Mandi Bersama
Kasus berawal ketika dosen berinisial "D.W" dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Seni kerap memanggil mahasiswinya dengan sapaan 'cantik' dan 'sayang'. #publisherstory BASRA (Berita Anak Surabaya)

Di tengah proses investigasi yang dilakukan tim Satuan tugas Penanganan Pelecehan dan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), terkait adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan dosen berinial H dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), fakta lain pun kembali mencuat di media sosial.
Baru-baru ini akun Instagram @dear_unesacatcallers kembali mengunggah sebuah postingan jika dugaan pelecahan seksual tidak hanya terjadi di FISH saja, melainkan juga di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa.
Dalam unggahannya, akun @dear_unesacatcallers menceritakan kronologi kasus pelecehan seksual yang terjadi di FBS Unesa.
Kasus berawal ketika dosen berinisial "D.W" dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Seni kerap memanggil mahasiswinya dengan sapaan 'cantik' dan 'sayang'.
Pada korban 1, DW menanyakan asal korban pada kolom obrolan di Zoom melalui pesan pribadi. DW juga meminta kontak ponsel korban 1 agar komunikasi lebih intens.
Bahkan pada saat perkuliahan daring, DW juga mengirim pesan pada kolom pesan pribadi untuk mengajak korban bertemu sendiri tanpa didampingi pasangan korban.
"Sampai sini korban 1 belum curiga. Beberapa waktu kemudian, DW mengutarakan perasaan kangen pada korban 1 melalui pesan Whatsapp. DW juga menghubungi korban padahal korban bukan penanggungjawab mata kuliah yang diampu DW," tulis akun tersebut seperti dikutip Basra, Rabu (12/1).
Sementara pada korban 2 yang juga merupakan mahasiswi bimbingan DW, DW juga mengirimkan pesan yang berisikan, "menurut saya, kamu tidak cocok jadi mahasiswi bimbingan saya, kamu lebih pantas jadi pacar saya."
Tak berhenti di situ, DW juga meminta korban 2 untuk bimbingan di rumahnya. Tetapi atas larangan Kepala JBSI, korban 2 tidak datang ke rumau DW.
Selain itu pada korban 3, DW juga sempat mengirimkan pesan melalui Whatsapp dengan kata-kata yang tak pantas.
"Basah. Biar kita mandi bersama. Ha ha ha," tulis notifikasi Whatsapp DW.
Terkait kabar tersebut, pihak Unesa masih melakukan investigasi lebih dalam dan mengumpulkan bukti-bukti dari pelapor.
"Kami masih menunggu laporan investigasi dari Satgas PPKS. Saat ini, Satgas fokus untuk mengusut kasus ini sampai tuntas dan segera kami sampaikan ke publik hasilnya secepat mungkin. Begitupun dengan jumlah terduga pelaku dan korban. Karena semua butuh bukti, masih tunggu hasil investigasi," kata Kepala Humas Unesa Vinda Maya.
Bagi seluruh civitas akademika yang mengalami kekerasan seksual, Satga PPKS Unesa membuka layanan pemgaduan melalui nomor 082142815124.
Selain itu, Unesa juga memberikan perlindungan kerahasiaan identitas, pendampingan psikologis, maupun hukum kepada para korban yang mengalami pelecehan seksual oleh dosen di lingkungan kampus.
