Konten Media Partner

Ibu Rumah Tangga di Jatim Rentan Terjerat Pinjol Ilegal, Ini Buktinya

10 Oktober 2025 10:07 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Ibu Rumah Tangga di Jatim Rentan Terjerat Pinjol Ilegal, Ini Buktinya
Di Jatim, separuh lebih pelapor adalah perempuan, sebanyak 57 persen. Profesinya, paling banyak karyawan swasta dan ibu rumah tangga untuk kasus pinjol ilegal. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Literasi keuangan bertema 'Bersatu Memberantas Scam, Membangun Masyarakat Melek Finansial', (9/10). Literasi ini bertujuan untuk mengedukasi Kader Surabaya Hebat (KSH) agar melek keuangan. Foto: Diskominfo Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Literasi keuangan bertema 'Bersatu Memberantas Scam, Membangun Masyarakat Melek Finansial', (9/10). Literasi ini bertujuan untuk mengedukasi Kader Surabaya Hebat (KSH) agar melek keuangan. Foto: Diskominfo Surabaya
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim Yunita Linda Sari mengatakan, ada banyak jenis praktik keuangan atau investasi ilegal. Mulai dari investasi di sektor pertanian, travel, hingga pinjol (pinjaman online).
Yunita membeberkan, berdasarkan data yang diperoleh dari Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Digital (PASTI) OJK per 30 September 2025, ada sekitar 1.840 entitas keuangan ilegal yang telah dihentikan di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.556 di antaranya merupakan pinjol ilegal, dan 284 lainnya adalah investasi ilegal.
Secara nasional, jumlah aduan yang telah masuk ke Satgas PASTI OJK sebanyak 17.531 laporan. Dari data aduan tersebut, 13.999 di antaranya merupakan laporan terkait pinjol ilegal dan 3.532 sisanya adalah terkait investasi bodong.
“Kerugiannya dari tahun 2017 - Agustus 2025, ada Rp142,13 triliun, ini hampir sudah tidak bisa kembali lagi semuanya. Berdasarkan dari data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat ada 274.722 laporan, dananya yang bisa diblokir dari total pengaduan itu hanya 6,13 persen, jadi sedikit sekali. Total kerugiannya, diperkirakan ada Rp6,1 triliun, jadi sedikit sekali yang bisa diblokir, kenapa sedikit? Biasanya itu pelaporannya terlambat,” beber Yunita, disela gelaran literasi keuangan bertema 'Bersatu Memberantas Scam, Membangun Masyarakat Melek Finansial', (9/10). Literasi ini bertujuan untuk mengedukasi Kader Surabaya Hebat (KSH) agar melek keuangan.
Selain itu, lanjut Yunita, berdasarkan data dari OJK Jatim per 30 September 2025 ada sekitar 1.275 laporan terkait praktik keuangan ilegal. Dari data tersebut, ada 1.036 laporan terkait pinjol ilegal, dan 239 laporan terkait investasi ilegal.
“Di Jatim, separuhnya lebih pelapor adalah perempuan, sebanyak 57 persen. Profesinya, paling banyak itu karyawan swasta dan ibu rumah tangga untuk kasus pinjol ilegal. Sedang laporan terkait investasi, di antaranya ada ASN, Guru, dan pelaku UMKM,” jelas Yunita.
Artinya, lanjut Yunita, persentase angka ini menunjukkan bahwa perempuan dan ibu rumah tangga paling banyak yang aktif dalam aktivitas keuangan. Maka dari itu, keterlibatan KSH ini diharapkan bisa lebih masif dalam memberikan edukasi soal keuangan kepada masyarakat di Kota Surabaya. “Sepertinya dengan anggota KSH ini sudah cocok sebagai agen literasi keuangan OJK,” ujarnya.
Yunita menyebutkan, investasi ilegal yang paling banyak dilaporkan di Jatim, di antaranya adalah trading forex dan crypto tanpa izin. Sebab, dua jenis investasi ini dinilai paling banyak mendapatkan hasil yang lebih cepat oleh masyarakat.
Berdasarkan data dari IASC sejak November 2024 - 30 September 2025, OJK telah menerima 12.482 laporan terkait keuangan digital ilegal di Jatim. Sedangkan total kerugiannya, mencapai Rp141,8 miliar. Sedangkan yang berhasil diblokir dan dihentikan sementara oleh OJK hingga saat ini mencapai 6,56 persen dengan total dana Rp9,3 miliar.
“Nah, yang bikin sedih Surabaya itu yang paling banyak pelaporannya, lalu diikuti Sidoarjo, Malang, hingga Gresik. Semoga dengan KSH menjadi agen literasi keuangan bisa menyampaikan informasi yang benar dan baik ke masyarakat,” harapnya.
Yunita turut mengapresiasi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang telah melibatkan jajaran Pemkot Surabaya dan KSH berperan aktif dalam mengurangi adanya investasi ilegal bersama Satgas PASTI.
“Insyaallah dengan inisiatif ini nanti, informasi yang benar (literasi keuangan) itu lebih cepat dan lebih banyak tersampaikan secara getok tular kepada masyarakat,” pungkasnya.
Trending Now