Konten Media Partner
Jajanan Tradisional yang Melegenda dari Penjuru Nusantara Hadir di Surabaya
12 Juni 2025 15:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Jajanan Tradisional yang Melegenda dari Penjuru Nusantara Hadir di Surabaya
Berlangsung hingga 22 Juni mendatang, Pasar Guyub menghadirkan deretan kuliner tradisional yang sudah melegenda dari pelosok negeri. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Pameran kuliner legendaris sering digelar untuk memperkenalkan hidangan khas daerah dan warisan budaya kuliner. Acara ini biasanya menampilkan berbagai tenant kuliner legendaris dari seluruh Indonesia, memungkinkan pengunjung untuk menikmati dan merasakan beragam rasa dari berbagai daerah. Pameran kuliner juga bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk berinteraksi dan merasakan semangat kebersamaan melalui kuliner.
Pasar Guyub misalnya. Berlangsung di Grand City Surabaya hingga 22 Juni mendatang, Pasar Guyub menghadirkan deretan kuliner tradisional yang sudah melegenda dari pelosok negeri.
"Ada 40 tenant makanan yang hadir. Ini konsepnya lebih ke jajanan tradisional ya, tapi ada juga makanan beratnya," ujar Iwan Wijaya, Marketing Communication Manager Grand City Surabaya, kepada Basra, Kamis (12/6).
Iwan melanjutkan, acara ini digelar untuk mengenalkan kuliner legendaris Nusantara kepada publik Surabaya, terutama Gen Z.
"Harapannya, generasi muda terutama Gen Z bisa lebih mengenal dan mencintai kuliner khas Indonesia," tutur Iwan.
Beberapa kuliner legendaris yang hadir seperti Gudeg Koyor Yu Tin dari Jogja, Toko Oen Semarang 1930, Empal Gentong Mang Darma 1947 dari Cirebon, hingga Ketan Susu Kemayoran 1958.
Selain itu juga ada Kue Lumpur Kentang & Wolak Walik Semarang, Apem Beras Bu Siti 1954 Pasar Ngasem Jogja, Ketan Susu Kemayoran 1958, Serabi Hijau & Es Cendol Hijau 11 Bersaudara, Es Selendang Mayang dan masih banyak lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Dimas Pramudya, perwakilan penyelenggara menjelaskan, proses kurasi tenant yang hadir dilakukan dengan ketat.
"Kurasi kami lakukan secara ketat. Salah satu kriterianya adalah kuliner yang sudah melegenda di daerah asalnya," tukas Dimas.
