Konten Media Partner

Kisah Ayah di Surabaya yang Sukses Asuh Anak Slow Learner jadi Pelukis Andal

12 November 2025 9:16 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Kisah Ayah di Surabaya yang Sukses Asuh Anak Slow Learner jadi Pelukis Andal
Sudah hampir dua tahun Dadang berjuang seorang diri membesarkan sang putra yang didiagnosis slow learner dan hiperaktif. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Dadang bersama sang putra. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Dadang bersama sang putra. Foto: Masruroh/Basra
Tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Tanggal ini menjadi momen penting untuk menghargai jasa, kasih sayang, dan perjuangan seorang ayah dalam keluarga serta masyarakat.
Ada banyak kisah perjuangan ayah dalam keluarga yang mengharu biru. Salah satu kisah haru datang dari Dadang Sudarto (40). Sudah hampir dua tahun Dadang berjuang seorang diri membesarkan sang putra yang didiagnosis slow learner dan hiperaktif.
Anak slow learner adalah anak yang memiliki potensi intelektual di bawah normal, tetapi tidak termasuk tuna grahita, dengan skor IQ berkisar antara 70-89. Ciri-cirinya meliputi lambat dalam memahami dan memecahkan masalah, serta mudah lupa. Anak kategori ini membutuhkan metode dan dukungan pembelajaran yang sesuai agar dapat mencapai prestasi akademik.
"Istri saya meninggal pas Rizky lulus SD. Sekarang Rizky sudah masuk SMP, kelas 1," ujar Dadang kepada Basra, Rabu (12/11).
Dalam kesehariannya Dadang berjualan mi ayam di kawasan Masjid Agung Surabaya. Itu dilakukan sembari merawat sang putra, Mohammad Rizky Sudarto, yang slow learner. Meski sebagai orang tua tunggal, namun Dadang cukup telaten merawat sang putra.
Dadang mengungkapkan, saat Rizky berusia balita sempat dibawa ke dokter bahkan pengobatan alternatif untuk mendapatkan terapi. Namun tak memberikan hasil yang diharapkan Dadang dan mendiang sang istri. Rizky tetapi tak menunjukkan perkembangan apa pun.
Hingga akhirnya saat Rizky mulai masuk SLB, Dadang dipertemukan dengan guru di sekolah tersebut menjadi jalan pembuka bagi kesembuhan Rizky.
"Saya sama almarhumah istri sudah habis-habisan mencari pengobatan untuk Rizky, ya supaya bisa seperti anak-anak pada umumnya. Kami sudah ke dokter hingga alternatif, namun tetap tidak ada hasil," kisahnya.
"Kemudian saya bertemu dengan guru di SLB yang mengajari terapi untuk anak seperti Rizky. Saya praktekkan di rumah, Alhamdulillah Rizky mulai menunjukkan perkembangan, memang harus sabar dan telaten," sambungnya.
Ketelatenan dan kesabaran Dadang bersama mendiang sang istri dalam merawat anak spesial seperti Rizky membuahkan hasil. Saat menginjak usia 7 tahun Rizky sudah mulai bisa mengucapkan kosa kata.
"Rizky umur 7 tahun baru bisa bicara, itu menjadi dorongan bagi saya dan mendiang istri untuk lebih semangat lagi merawat Rizky," tuturnya.
Namun saat Rizky sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, musibah datang. Ibunda Rizky meninggal dunia karena sakit hingga berpulang tepat saat Rizky lulus SD di SLB.
"Pas anaknya sudah mulai agak lancar bicara dan sudah mulai bisa mandiri, ibunya meninggal," lirih Dadang.
Tak ingin Rizky terus berduka hingga terguncang psikologisnya, Dadang selalu ada di sisi sang putra. Bahkan Dadang turut mengajak Rizky berjualan mi ayam. Ini dilakukan Dadang agar Rizky tak merasa kesepian.
"Kalau libur sekolah, dia ikut saya jualan dari pagi. Tapi kalau sekolah, pulang sekolah baru ke tempat jualan," imbuhnya.
Kesabaran dan keuletan Dadang sebagai orang tua tunggal dalam mengasuh Rizky kini mulai menampakkan hasilnya. Rizky berhasil meraih berbagai penghargaan melalui lomba melukis yang diikutinya.
"Dia memang bakatnya ada di seni. Pernah menang juara 3 se Kota Surabaya untuk lomba melukis. Sekarang Rizky mulai menekuni kesenian karawitan di sekolah," tuturnya.
Meski diakui Dadang jika cara komunikasi Rizky hingga saat ini masih belum bisa fokus, namun bakat seni yang dimiliki sang putra membuatnya bangga.
"Kalau diajak ngomong masih belum begitu nyambung, kita ngomong apa dia jawabnya apa. Tapi Rizky sudah berada di titik sekarang, sudah sangat saya syukuri. Dia sangat istimewa bagi saya," lirihnya.
Dadang pun berpesan kepada mereka yang memiliki anak spesial untuk tetap bersabar dan telaten dalam merawat buah hatinya. Niscaya kesabaran yang ditanam akan membuahkan hasil yang indah.
"Usaha itu tidak mengkhianati hasil, kita terus usaha dan berdoa, Tuhan yang akan menunjukkan kuasa Nya," pungkasnya.
Trending Now