Konten Media Partner
Kisah Batik Mojopahit; Sempat 'Dicuri' Belanda, Dikembangkan Putra Probolinggo
2 Oktober 2023 9:20 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Kisah Batik Mojopahit; Sempat 'Dicuri' Belanda, Dikembangkan Putra Probolinggo
Kisah tentang motif batik Mojopahit ini diungkapkan Nico Sawiji, desainer batik asal Probolinggo, Jawa Timur. #publisherstory #beritaanaksurabaya BASRA (Berita Anak Surabaya)

Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Indonesia memiliki ragam motif batik kuno yang merupakan peninggalan nenek moyang, salah satunya adalah motif batik Mojopahit yang pernah 'dicuri' Belanda saat zaman penjajahan. Kisah tentang motif batik Mojopahit ini diungkapkan Nico Sawiji, desainer batik asal Probolinggo, Jawa Timur.
Nico mengungkapkan ditemukannya kembali motif batik Mojopahit bermula saat bupati Probolinggo secara tak sengaja melihatnya terpajang di salah satu museum di negeri Belanda.
"Pemkab Probolinggo pas ke salah satu museum di Belanda itu menemukan koleksi museum yang merupakan batik Mojopahit. File itu berupa kain perca batik, kemudian Pemkab berusaha melobi museum tersebut. Akhirnya Pemkab diizinkan membawa file tersebut dalam bentuk foto. Foto itu kemudian direpro (dalam bentuk lembaran kain) di Solo dan dilaunching di Probolinggo," kisah Nico saat dijumpai Basra dalam gelaran acara 'Cerita Batik dan Kopi Jawa Timur' yang digelar Harris Hotel Gubeng Surabaya, Minggu (1/10) malam.
"Setelah itu Pemkab mengizinkan para pembatik di Probolinggo untuk mengembangkan motif batik tersebut. Sayangnya banyak pembatik yang tidak merespons karena dianggap tidak merepresentasikan batik Probolinggo saat ini," sambungnya.
Namun hal berbeda dialami Nico yang merasa terpanggil untuk mengembangkan motif batik Mojopahit itu. Kapal keruk menjadi motif awal yang dipilih Nico untuk dikembangkan.
"Motifnya banyak lebih dari 100 motif. Kemudian ada dorongan di hati saya untuk menemui suku Tengger di Gunung Bromo. Suku Tengger ini merupakan nenek moyang dari kerajaan Majapahit. Di (Bromo) sini saya menemukan cerita menarik tentang Patih Gajah Mada. Dari hasil pencarian saya di Google tentang batik Majapahit juga hanya menampilkan tentang batik Surya tidak mengulas lebih dalam tentang kerajaan Majapahit," tuturnya.
Dari hasil penggaliannya, Nico berhasil mengembangkan batik Mojopahit. Motif batik ini berupa kawung, kemudian simbol-simbol atau relief di candi peninggalan kerajaan Majapahit yang diaplikasikan dalam batik.
Probolinggo sendiri menjadi wilayah yang penting bagi Patih Majapahit, Gajah Mada. Probolinggo tepatnya gunung Bromo menjadi jalur yang dilintasi Patih Gajah Mada saat menuju ke Pulau Dewata (Bali).
Keindahan batik Mojopahit hasil pengembangan Nico tersebut lantas menarik minat desainer asal Surabaya, Embran Nawawi, untuk mengaplikasikan dalam kain sutra Korea, sutra Jinju.
"Sutra Jinju adalah sutra asli untuk busana tradisional Korea, hanbok. Kebetulan saya ada kerja sama dengan kota Gyongnam untuk mengolah kain sutranya. Jadi sutra Jinju ini saya aplikasikan batik Mojopahit hasil pengembangan mas Nico, dan hasilnya sangat luar biasa. Hanbok bermotif batik Mojopahit dan Alhamdulillah pihak kota Gyongnam juga menyukainya," tutur Embran saat dijumpai dalam kesempatan yang sama.
Hanbok tersebut berhiaskan burung Garuda atau Phoenix yang merupakan salah satu motif batik Mojopahit.
