Konten Media Partner

Mengenal Frugal Living Ala Bill Gates, Sedang Ngetren di Kalangan Anak Muda

24 Juni 2025 13:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Mengenal Frugal Living Ala Bill Gates, Sedang Ngetren di Kalangan Anak Muda
Frugal Living merupakan gaya hidup hemat, perubahan alokasi dana agar keuangan bisa stabil. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Dwi Santy. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Dwi Santy. Foto: Masruroh/Basra
Tren frugal living atau gaya hidup hemat sedang populer di media sosial, terutama di kalangan generasi muda. Frugal Living merupakan gaya hidup hemat, perubahan alokasi dana agar keuangan bisa stabil. Setiap yang menerapkan frugal living akan merubah skala prioritas keuangannya.
Beberapa tokoh dunia seperti Bill Gates, Ed Sheeran, dan Mark Zuckerberg dikenal sudah menerapkan gaya hidup ini. Namun, tidak sedikit orang yang memandang negatif pada gaya hidup ini, beberapa orang menganggap frugal living sama dengan hidup pelit. Benarkah demikian?
"Frugal living bukan sekadar tidak membeli banyak barang atau pelit, tetapi lebih tentang mengelola uang dengan bijak dan peka terhadap lingkungan sekitar," tegas Humanitarian Surabaya Dwi Santy, kepada Basra, Selasa (24/6).
Menurutnya, frugal living bukan tentang pelit melainkan tentang membuat pilihan atau keputusan dalam mengelola keuangan, membeli maupun menggunakan uang dengan berpikir bijaksana.
Dalam gaya hidup tersebut menekankan pada penggunaan uang secara bijaksana, menghindari konsumenirisme, dan fokus pada nilai daripada barang.
β€œApakah perlu atau ingin doang, kedua dengan situasi seperti ini penting belajar menabung. Sehingga kebiasaannya bukan punya uang lalu beli dan beli, tapi ditabung,” tuturnya.
Menghindari godaan belanja impulsif dan hutang konsumtif juga sangat penting. Santy berharap dengan menerapkan konsep frugal living, anak muda dapat mencapai tujuan finansial yang memberikan ketenangan.
"Frugal living bukan sekadar pilihan hidup bijak kelola keuangan namun juga berdampak pada lingkungan (keberlanjutan) dan kebahagiaan mental," tegasnya.
Menerapkan konsep frugal living tak hanya bijak mengatur finansial tetapi juga peka terhadap lingkungan dan kesehatan mental. Dengan hanya membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, akan mengurangi dampak lingkungan dari produk yang berlebihan.
Misalkan, fesyen. Limbah fesyen terutama fast fesyen disebut menjadi masalah serius dalam pencemaran lingkungan.
β€œDengan frugal living membantu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Polyester bahan sintetis yang paling banyak dipakai tapi sadar kah bahwa itu bahan yang tidak bisa diurai lingkungan. kenapa tidak membeli sesuai yang kita butuhkan,β€œ terangnya.
Menurutnya, frugal living juga berdampak pada kesehatan yakni makan secukupnya dan tidak menumpuk makanan.
β€œMengatur lifestyle, kepekaan pada lingkungan dan keuangan sehat. Percayalah kalau orang tidak punya hutang yang konsumtif akan bisa tidur nyenyak, dan menghindari penumpukan barang. Karena perilaku gemar menimbun barang itu juga berdampak pada kesehatan mental,β€œ pungkasnya.
Trending Now