Konten Media Partner

Mengenal Tradisi Brayakan yang Dilakukan Ibu-ibu PKK di Surabaya Rayakan Maulid

18 September 2025 18:32 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Mengenal Tradisi Brayakan yang Dilakukan Ibu-ibu PKK di Surabaya Rayakan Maulid
Tradisi brayakan dilakukan dengan makan bersama dan berbagi makanan serta kebutuhan rumah tangga. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Tradisi Brayakan brayakan yang dilakukan para ibu PKK di Surabaya. Foto: Diskominfo Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Tradisi Brayakan brayakan yang dilakukan para ibu PKK di Surabaya. Foto: Diskominfo Surabaya
Sejak dulu beberapa daerah di Jawa Timur sudah melakukan tradisi Brayakan. Yakni, tradisi yang dilakukan masyarakat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi brayakan dilakukan dengan makan bersama dan berbagi makanan serta kebutuhan rumah tangga.
Keseruan itu pun tampak pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Tim Penggerak PKK, Kamis (18/9).
Sebanyak 1.400 ibu-ibu Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat kelurahan dan kecamatan se-Kota Surabaya memadati Convention Hall. Mereka tampak antusias mengikuti tradisi “brayakan”.
Uniknya, dalam acara ini, Pemkot Surabaya menyediakan ribuan suvenir berupa peralatan rumah tangga, mulai dari gelas plastik, sutil, rantang, hingga keranjang. Suvenir-suvenir tersebut digantung di atas kepala para tamu untuk kemudian diambil sebagai buah tangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang tanggal lahir Rasulullah. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya meneruskan perjuangan dan meneladani ajaran yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
"Peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya mengenang kapan beliau lahir, tetapi bagaimana kita meneruskan perjuangan yang beliau lakukan," ujar Eri.
Ia mengaitkan perayaan ini dengan kondisi sosial di Surabaya. Menurutnya, kerusuhan atau konflik yang terjadi belakangan ini merupakan pengingat dari Allah agar masyarakat saling berbagi dan menekan kesenjangan sosial.
Eri juga mengajak masyarakat untuk membantu tetangga yang kesusahan, mengingatkan bahwa roda kehidupan berputar dan semua manusia akan membutuhkan pertolongan.
Eri pun menyoroti pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud ketaatan dan kepedulian. Ia berharap hal-hal baik tersebut dapat diaplikasikan dalam program “Kampung Pancasila” yang digagas oleh Pemkot Surabaya.
“Saya harap Maulid Nabi menjadi pengingat kita semua untuk peduli terhadap sesama, terdekat adalah orang-orang membutuhkan yang ada di sekitar kita,” tuturnya.
Sementara itu Ketua TP-PKK Surabaya, Rini Indriyani menyampaikan rasa bangganya melihat antusiasme para peserta. Ia berterima kasih kepada seluruh hadirin yang telah datang.
"Kami memiliki banjari Kota Surabaya, angklung, dan kulintang. Saya bangga karena kita punya budaya itu," ungkap Rini.
Ia berpesan kepada para ibu PKK untuk menjadi perpanjangan tangannya di masing-masing kelurahan dan kecamatan. Rini Indriyani meyakini, PKK dapat menjadi kekuatan “Kampung Pancasila", karena kekuatan dan semangat wanita memiliki kontribusi besar dalam pembangunan kota.
"Dengan kekuatan wanita, semangat wanita dapat berkontribusi pada pembangunan kota. Saya berharap acara ini menjadi ajang pengisian ulang energi bagi kesabaran dan kekuatan para ibu dalam mengurus keluarga,” tukasnya.
Trending Now