Konten Media Partner

Miris Lihat Guru Ngontrak, Mahasiswa di Surabaya Bergerak Wujudkan Rumah Layak

16 Oktober 2020 12:16 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Miris Lihat Guru Ngontrak, Mahasiswa di Surabaya Bergerak Wujudkan Rumah Layak
Menyaksikan gurunya yang bekerja bertahun-tahun namun masih ngontrak, mendorong mahasiswa bernama Matthew Nyoto terjun ke yayasan sosial bermisi menyediakan rumah layak bagi mereka. #publisherstory
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Matthew Nyoto (18) terjun ke yayasan sosial yang bermisi menyediakan rumah huni layak bagi fakir miskin. Foto-foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Matthew Nyoto (18) terjun ke yayasan sosial yang bermisi menyediakan rumah huni layak bagi fakir miskin. Foto-foto: Masruroh/Basra
Menyaksikan guru-gurunya yang telah bekerja bertahun-tahun namun masih ngontrak, tak juga memiliki rumah, mendorong Matthew Nyoto (18) terjun ke yayasan sosial yang bermisi menyediakan tempat tinggal layak bagi fakir miskin.
Bersama rekannya, Stefanus Bayu Angga (26), Matthew mendirikan yayasan Rumah Singgah Dot Org (RSDO) pada awal September silam.
"Kebetulan saya dan Cak Angga punya pandangan yang sama tentang betapa mirisnya guru-guru sekarang ini, kerja bertahun-tahun tapi tinggalnya masih di rumah kontrakan atau malah ngekos. Guru saja yang ada penghasilan tetap meski tidak banyak, masih belum bisa memiliki rumah sendiri. Lalu bagaimana dengan kaum fakir lainnya yang malah tidak punya penghasilan tetap. Ini yang menggelitik kami," ungkap Matthew saat berbincang dengan Basra, Jumat (16/10).
Matthew Nyoto (kiri) bersama rekannya, Stefanus Bayu Angga.
Lewat yayasan RSOD, baik Matthew maupun Angga berupaya merekrut kalangan milenial agar turut peduli akan nasib kaum fakir miskin yang kesulitan memiliki tempat tinggal.
"Saya kan bagian dari milenial, itu kenapa saya juga ingin mengajak teman-teman sebaya untuk juga turut peduli dengan kaum fakir. Hidup itu cuma sekali, kenapa kita tidak memanfaatkannya untuk berbuat kebaikan dengan berupaya mewujudkan harapan mereka akan sebuah hunian yang layak," jelas mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya jurusan Internasional Bussines Management (IBM) Regular Class.
Kaum milenial setara SMA atau perguruan tinggi menjadi target Matthew untuk menjadi relawan. Bersama relawan-relawan inilah, baik Matthew maupun Angga bergerak mencari fakir miskin yang membutuhkan rumah, juga donatur yang akan membiayai pembangunan rumah tinggal tersebut.
"Social foundation yang kami jalankan ini di bawah kolaborasi Yayasan Anugerah Efrata dengan Maxwin Organization yang bergerak di bidang properti sosial dengan target menyediakan 1 juta unit rumah layak huni. Kami berkolaborasi agar dapat lebih cepat mewujudkan rumah layak huni bagi kaum fakir miskin," papar Matthew.
Berkunjung ke sekolah hingga kampus, rutin dilakukan Matthew demi mendapat banyak relawan milenial. Bukan pekerjaan mudah, mengingat ini merupakan kerja sosial. Apalagi harus dilakukan di tengah pandemi COVID-19 yang membatasi ruang gerak di luar rumah.
Matthew juga harus pandai membagi waktu antara kuliah dan kerja sosialnya.
"Pagi sampai jam 11an kuliah, di atas jam 11 baru kerja. Kami mengajukan surat ke sekolah dan kampus. Ada yang menolak, tapi tidak sedikit yang menerima. Kami percaya setiap niat dan perbuatan yang baik pasti akan ada jalannya," ujar Matthew.
Hampir dua bulan berjalan, Matthew bisa sedikit tersenyum. Pasalnya, sudah ada developer di kawasan Sidoarjo dan Menganti, Gresik, yang mulai mengerjakan misi mulia ini, mewujudkan hunian layak bagi kaum fakir miskin.
Trending Now