Konten Media Partner

Panen Perdana Nila Aquaponik, Bukti Nyata Women Empowerment di Surabaya

2 Desember 2025 15:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Panen Perdana Nila Aquaponik, Bukti Nyata Women Empowerment di Surabaya
“Di balik kolam-kolam ikan yang menghasilkan nila-nila berkualitas, berdiri kokoh semangat juang ibu-ibu Kelompok Tani Serpis," ujarnya. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Panen perdana ikan nila aquaponik. Foto: Diskominfo Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Panen perdana ikan nila aquaponik. Foto: Diskominfo Surabaya
Sebuah momen membanggakan terukir di Kecamatan Wonocolo, Surabaya, dengan dilaksanakannya Panen Perdana Ikan Nila dari Program Hibah Pemberdayaan Perempuan, Selasa (2/12). Ini sekaligus menjadi penegasan nyata atas keberhasilan inisiatif women empowerment yang diusung oleh tim dosen Petra Christian University (PCU).
Melalui proyek hibah Direct Aid Program (DAP) 2024/2025 dari Pemerintah Australia, dengan judul 'Pemberdayaan Perempuan di Kecamatan Wonocolo Melalui Budidaya & Pengolahan Ikan Nila dan Sayur Organik Dengan Recirculating Aquaculture System', Hanjaya Siaputra, S.E., M.A. (Ketua Tim - Hotel Management), Dr. Ir. Ekadewi Anggraini Handoyo, M.Sc. (Anggota - Mechanical Engineering), dan Julius Sentosa Setiadji, S.T., M.T. (Anggota - Electrical Engineering) mendayagunakan potensi yang dimiliki ibu-ibu Kelompok Tani Serpis Kebun Kita.
“Di balik kolam-kolam ikan yang menghasilkan nila-nila berkualitas, berdiri kokoh semangat juang ibu-ibu Kelompok Tani Serpis," ujarnya, disela kegiatan.
"Inti dari program ini memang pemberdayaan perempuan di lingkungan Kecamatan Wonocolo, di mana mereka juga telah mengikuti pelatihan mulai dari pengoperasian aquaponik, pengolahan ikan dan sayuran hidroponik, pembukuan keuangan sederhana, pemasaran melalui sosial media, hingga manajemen batin untuk memperkuat kesiapan mental dan spiritual dalam membangun usaha bersama,” sambungnya.
Dosen yang akrab disapa Tjun Han itu menyebut, sejak tahun 2018, ibu-ibu Kelompok Tani Serpis hanya fokus budidaya sayuran hidroponik.
“Dengan pengalaman sepanjang itu, kami merasa ibu-ibu Serpis perlu ‘naik kelas’. Ini saatnya budidaya yang dikelola dikembangkan dengan aquaponik. Tujuannya tentu untuk peningkatan ekonomi, ketahanan pangan, dan peningkatan kesehatan,” imbuhnya.
Satu set sistem budidaya aquaponik yang diserahkan oleh tim dosen kepada Kelompok Tani Serpis ini menggunakan sistem Bio-RAS-ponic.
“Ini merupakan teknologi resirkulasi air dengan filter mekanis dan biologis. Sistem ini hemat air, ramah lingkungan, menghasilkan ikan yang tidak bau tanah, cepat besar, tinggi omega 3 dan 6 serta kaya nutrisi untuk tanaman hidroponiknya,” lanjut Tjun Han.
Pada panen perdana ini juga dilakukan prosesi lelang ikan dengan sistem per serok. Seluruh hasil lelang akan digunakan sebagai tambahan modal usaha Kelompok Tani Serpis, agar program ini dapat berkelanjutan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Indriyani turut hadir dalam prosesi panen perdana ini.
"Saya berharap setelah panen perdana ini, jangan hanya dijual ke masyarakat terdekat, ke warga, misalnya. Tapi juga bisa ke sektor-sektor industri lainnya, seperti hotel. Tujuannya supaya kita benar-benar bergerak ke padat karya. Sehingga apa yang dihasilkan hari ini benar-benar dibutuhkan, dan terserap dengan baik," tutur Eri.
Retno Winarni, perwakilan Kelompok Tani Serpis Kebun Kita, membagikan harapannya agar keberlanjutan program ini bisa mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Besar harapan kami untuk mendapat dukungan dari Pemkot Surabaya terkait izin edar, bibit, pemasaran, dan penyediaan lahan untuk replikasi proyek ini. Kami juga berharap mendapat dukungan dari Konjen Australia terkait pengembangan produk dan teknologi turunan. Dari dunia usaha, kami berharap bisa tumbuh kemitraan & penyerapan hasil panen. Tidak lupa dari Perguruan Tinggi, kami berharap adanya pengembangan teknologi & pendampingan berkelanjutan,” urainya.
Panen ini membuktikan bahwa ibu-ibu Serpis mampu menguasai teknologi dengan sangat baik.
“Harapan kami, inisiatif ini bisa menjadi model yang diadopsi di kecamatan-kecamatan lain di Kota Surabaya, sehingga manfaatnya semakin meluas,” pungkas Tjun Han.
Trending Now