Konten Media Partner
Pentingnya Mengenal Fungsi Reproduksi Perempuan Guna Tekan Angka Pernikahan Dini
28 September 2022 11:44 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pentingnya Mengenal Fungsi Reproduksi Perempuan Guna Tekan Angka Pernikahan Dini
Dr dr Ernawati SpOG (K) menjelaskan bahwa organ reproduksi perempuan mulai berkembang ketika ia berusia sembilan tahun. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Belum lama ini, kasus pernikahan dini kembali marak terjadi di Indonesia. Padahal pemerintah sudah mengatur peraturan mengenai perkawinan dengan peraturan Undang-undang No.16 tahun 2019 pasal 7 yang menyatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun.
Peraturan pemerintah yang dibuat tentunya mempunyai alasan tertentu, salah satunya dari segi kesehatan reproduksi perempuan.
Dr dr Ernawati SpOG (K) menjelaskan bahwa organ reproduksi perempuan mulai berkembang ketika ia berusia sembilan tahun.
โOrgan reproduksi perempuan itu berkembang mulai usia sembilan tahun. Setelah lahir, organ reproduksi perempuan itu berhenti dulu. Setelah itu mulai berfungsi lagi saat perempuan mengalami menstruasi pertama,โ jelasnya.
Ketika perempuan mengalami menstruasi pertama, maka akan terjadi perkembangan seks sekunder. Seperti payudara membesar, pinggul melebar, dan tumbuhnya rambut di ketiak dan sekitar kemaluan.
โPerempuan mendapat menstruasi pertama antara umur sembilan hingga 16 tahun paling lambat. Pada saat itu organ-organnya (organ reproduksi) mulai berkembang,โ tambahnya.
Ketua Program Studi Spesialis 1 Obstetri dan Ginekologi FK Unair ini menuturkan, ketika perempuan mendapatkan menstruasi pertamanya, maka proses ovulasi mulai teratur.
Meski demikian tidak menutup kemungkinan bahwa proses ovulasi bisa tidak teratur. Hal ini dikarenan mekanisme fisiologi haid terutama umpan balik antara otak, ovarium dan uterus belum teratur sehingga sering terjadi gangguan ovulasi.
"Ovulasi merupakan proses saat sel telur yang sudah matang lalu dikeluarkan dari ovarium untuk dibuahi. Ovarium merupakan organ yang menghasilkan sel telur. Sedangkan uterus adalah nama lain dari rahim," tuturnya.
Menurutnya, fungsi reproduksi perempuan mencapai fase perkembangan terbaik adalah saat ia berusia 19 - 20 tahun. โJadi peraturan menyebutkan bahwa usia minimal menikah 19 tahun itu dengan meninjau kematangan fungsi reproduksi dan psikisnya. Di bawah itu (19 tahun) pola berpikirnya dan psikisnya belum matang,โ imbuhnya.
Dr Ernawati pun menegaskan, kesiapan fisik dan psikis menjadi hal utama dalam pernikahan. Kesiapan tersebut berhubungan dengan proses kehamilan yang akan terjadi.
โKemampuan mempertahankan kehamilannya dan menjaga kehamilannya sehat diperlukan fisik dan psikis yang baik,โ tutupnya.
