Konten Media Partner
Pertama di Surabaya, Pengobatan Nyeri Tanpa Rawat Inap
27 Oktober 2025 10:22 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pertama di Surabaya, Pengobatan Nyeri Tanpa Rawat Inap
Pertama kalinya di Surabaya hadir pain clinic yakni pusat medis khusus yang mendiagnosis dan menangani berbagai jenis nyeri, tanpa rawat inap. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Nyeri dapat muncul sebagai sistem yang melindungi tubuh dari kerusakan jaringan lebih lanjut atau dari aktivitas yang dapat menyebabkan kerusakan tubuh. Berdasarkan sifatnya, nyeri bisa akut atau kronis. Sementara berdasarkan intensitasnya, nyeri dapat terasa ringan atau berat.
Pasien dengan rasa nyeri, terutama nyeri akut, membutuhkan penanganan yang tepat, cepat, dan nyaman. Tak hanya soal menghilangkan rasa sakit, tetapi juga bagaimana mereka bisa kembali beraktivitas dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Untuk pertama kalinya di Surabaya hadir pain clinic yakni pusat medis khusus yang mendiagnosis dan menangani berbagai jenis nyeri, terutama nyeri akut, tanpa harus menjalani rawat inap.
βBanyak pasien enggan ke rumah sakit karena takut tertular penyakit atau rumitnya prosedur administrasi. Di sini, semua lebih sederhana dan nyaman,β jelas dr. Dedi Susila, Sp.An., KMN., FIPP, dokter spesialis anestesiologi dan reanimasi serta subspesialis manajemen nyeri Granostic Spain Clinic, Senin (27/10).
Ia menjelaskan bahwa klinik ini dirancang dengan sistem office-based, berbeda dari rumah sakit yang hospital-based.
Dengan sistem ini, pasien dapat langsung mendapatkan tindakan tanpa harus menunggu lama atau menjalani rawat inap.
βKalau dengan setting-an di klinik ini, office-based, itu akan lebih memudahkan pasien. Karena orang nyeri itu kan sudah sakit. Kalau harus antre dan ribet, justru menambah rasa tidak nyaman,β terang Dedi.
Ada pun teknologi yang dihadirkan berupa radiofrequency untuk mengatasi nyeri dengan metode ablasi saraf maupun neuromodulasi menggunakan Pulse Radio Frequency (PRF).
βDengan radiofrequency, saraf yang menyebabkan nyeri bisa dimatikan atau dinormalkan kembali fungsinya, tergantung kondisi pasien,β tuturnya.
Teknologi ini efektif untuk berbagai kasus seperti saraf terjepit, nyeri sendi, atau pasien kanker yang mengalami nyeri berkepanjangan.
Dedi menambahkan, hampir semua tindakan bisa dilakukan tanpa rawat inap. Pasien cukup diobservasi sekitar dua jam, dan bila stabil bisa langsung pulang.
"Jika diperlukan rawat inap, kami sudah bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Surabaya," tukasnya.
