Konten Media Partner

Profesor di Surabaya Teliti Stem Cell Jadi Terapi Alternatif pada Pasien Stroke

28 Mei 2025 17:45 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Profesor di Surabaya Teliti Stem Cell Jadi Terapi Alternatif pada Pasien Stroke
Dokter Spesialis Bedah Saraf dengan Sub Spesialis Neurovaskular ini secara khusus membedah terapi stem cell sebagai pengobatan pada pasien stroke. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Prof Dr Asra Al Fauzi dr SpBS Subs N-Vask (K) SE MM FICS FACS IFAANS. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Prof Dr Asra Al Fauzi dr SpBS Subs N-Vask (K) SE MM FICS FACS IFAANS. Foto: Masruroh/Basra
Stroke adalah penyakit yang mengancam jiwa karena apabila terjadi serangan stroke, setiap menit sebanyak 1,9 juta sel otak dapat mati. Stroke merupakan penyebab utama disabilitas dan kematian nomor dua di dunia. Di Indonesia, stroke menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian, yakni sebesar 11,2% dari total kecacatan dan 18,5% dari total kematian.
Menurut data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Stroke juga merupakan salah satu penyakit katastropik dengan pembiayaan tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan kanker, yaitu mencapai Rp5,2 triliun pada 2023.
Prevalensi stroke yang cukup tinggi di Indonesia menjadi perhatian serius Prof Dr Asra Al Fauzi dr SpBS Subs N-Vask (K) SE MM FICS FACS IFAANS. Dokter Spesialis Bedah Saraf dengan Sub Spesialis Neurovaskular ini secara khusus membedah terapi stem cell sebagai pengobatan pada pasien stroke lewat orasi ilmiah pengukuhan guru besarnya yang berjudul 'Revolusi Stem Cell dan Biomaterial dalam Regenerative Neurosurgery', pekan lalu.
β€œSecara historis pengobatan terhadap kerusakan susunan saraf pusat sangat terbatas karena kemampuan regeneratif yang minim dari jaringan saraf,” ungkap Prof Asra, Rabu (28/5).
Kelainan susunan saraf seperti stroke, trauma, atau cedera tulang belakang sering menyebabkan defisit neurologis permanen. Lebih lanjut, hal ini mengakibatkan beban emosional, sehingga berdampak sosial hingga ekonomi dari pasien maupun keluarga.
Dalam mengatasi hal tersebut, Prof Asra menciptakan inovasi terapi stem cell.
β€œTerapi sel punca (stem cell) muncul sebagai pendekatan inovatif yang bertujuan untuk menggantikan atau memperbaiki jaringan saraf yang rusak,” terang pria kelahiran Yogyakarta itu.
Studi yang dilakukan Prof Asra menunjukkan peningkatan motorik dan kognitif pada pasien stroke. Selain itu, hasilnya juga dapat mengurangi risiko pembentukan jaringan parut dan adhesi yang sering menjadi hambatan dalam pasien melakukan terapi regenerasi konvensional.
Dari studi ini, ia berhasil melakukan operasi transplantasi langsung stem cell ke otak pada kasus stroke kronis. Operasi itu menjadi yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Hasilnya, Prof Asra mendapat penghargaan dari MURI dan AANS International Surgeon Award.
Pada dasarnya, stem cell merupakan sel yang memiliki kemampuan unik, yakni dapat berkembang menjadi berbagai sel di dalam tubuh. Sel ini mampu memperbaiki dan menggantikan sel tubuh yang rusak, sehingga menjadi pilar penting dalam terapi regeneratif. Maka dari itu, pengembangan stem cell perlu terus dilakukan.
β€œIndonesia tidak terkecuali mengingat populasi yang menua dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas sebagai penyebab utama cedera saraf. Maka, pengembangan stem cell memiliki implikasi luas. Tidak hanya untuk pasien, tetapi juga ekonomi kesehatan,” pungkas guru besar Fakultas Kedokteran (FK) Unair dalam ranting ilmu kepakaran stem cell dan biomaterial pada regeneratif neurosurgery ini.
Trending Now