Konten Media Partner

Rutin Melakukan Aktivitas Fisik untuk Mencegah Stroke

18 November 2025 15:28 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Rutin Melakukan Aktivitas Fisik untuk Mencegah Stroke
Salah satu cara efektif untuk mencegah stroke adalah dengan rutin berolahraga. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
 Ilustrasi olahraga. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga. Foto: Pixabay
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, yang dapat disebabkan oleh pecah atau penyumbatan pembuluh darah. Salah satu cara efektif untuk mencegah stroke adalah dengan rutin berolahraga. Aktivitas fisik membantu meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, menjaga kadar kolesterol, serta mengontrol berat badanโ€”semua faktor yang berperan dalam mencegah stroke.
โ€œAktivitas fisik perlu rutin dilakukan untuk mencegah serangan stroke, baik serangan pertama ataupun serangan berulang,โ€ ujar Ketua Panitia Peringatan Hari Stroke, dr. Yuliana Imelda Ora Adja, M. Biomed. SpN, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11).
Ada pun prinsip aktivitas fisik dari rekomendasi American Heart Association/American Stroke Association (AHA/ASA 2024) untuk pencegahan stroke primer (sebelumnya tidak pernah mengalami stroke), mencakup aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit/minggu atau intensitas berat minimal 75 menit/minggu, dan hindari perilaku sedentari (kurang gerak).
Lebih lanjut Yuliana menyampaikan, prinsip aktivitas fisik dari rekomendasi AHA/ASA 2021 untuk pencegahan stroke sekunder (pernah mengalami stroke sebelumnya) adalah sebagai berikut:
1. Bagi penyintas stroke yang dapat melakukan aktivitas fisik, aktivitas fisik aerobik intensitas sedang dapat dilakukan selama minimal 4 kali seminggu, 10 menit per sesi, atau aktivitas fisik aerobik intensitas berat selama minimal 2 kali seminggu, 20 menit per sesi.
2. Bagi yang tidak dapat melakukan aktivitas fisik, konsultasi tenaga kesehatan terkait untuk regimen aktivitas fisik di luar rehabilitasi rutin.
3. Hindari perilaku sedentari dengan berdiri atau aktivitas fisik ringan selama 3 menit setiap 30 menit.
Salah satu bentuk aktivitas fisik yang bisa dilakukan adalah senam pencegahan stroke. Senam ini salah satu bentuk latihan fisik yang dapat memiliki berbagai variasi, dengan prinsip menggerakkan setiap otot dan sendi, dari leher, lengan, punggung, perut, panggul, hingga lutut dan kaki.
โ€œManfaat aktivitas fisik, bukan hanya senam stroke, antara lain menstimulasi kerja saraf dan otot, melancarkan aliran darah, hingga efek sistemik seperti pencegahan hipertensi, diabetes, obesitas, serangan jantung dan stroke,โ€ ujar Yuliana.
Beberapa variasi senam stroke juga dikembangkan bertujuan untuk melatih koordinasi tubuh yang merangsang atau menstimulasi otak.
Trending Now