Konten Media Partner
Sebelum Dipecat Usai Persebaya Gagal Menang dari Arema, Coach Edu Sampaikan Ini
23 November 2025 8:40 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Sebelum Dipecat Usai Persebaya Gagal Menang dari Arema, Coach Edu Sampaikan Ini
Usai gagal membawa Persebaya Surabaya menang atas Arema Malang, Eduardo Perez dipecat dari kursi pelatih kepala tim berjuluk Bajul Ijo tersebut. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Usai gagal membawa Persebaya Surabaya menang atas Arema Malang, Eduardo Perez dipecat dari kursi pelatih kepala tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.
Informasi pemecatan tersebut disampaikan manajemen Persebaya melalui akun instagram resmi, Sabtu (22/11) malam.
"Persebaya hari ini memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Perez. Terima kasih atas kerja sama selama enam bulan terakhir," tulis akun resmi Persebaya, seperti dikutip Basra, Minggu (23/11).
"Perihal pelatih pengganti, Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang," sambung unggahan tersebut.
Pria berkebangsaan Spanyol yang akrab disapa Coach Edu itu telah melatih tim Persebaya di 11 laga Super League 2025/2026.
Dari jumlah pertandingan tersebut, Coach Edu hanya mampu membawa Persebaya meraih empat kemenangan, empat hasil imbang, tiga pertandingan sisanya kalah.
Sementara itu, dalam pertandingan melawan Arema di stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Sabtu (22/11) sore, Persebaya harus berbagi angka seri 1-1.
Usai pertandingan, suporter Persebaya, Bonek Mania mendesak Coach Edu untuk keluar sebagai pelatih. Teriakan 'Edu out' menggema di stadion GBT usai derbi Jatim itu.
Sebelum dipecat dari kursi pelatih, Coach Edu sempat menyampaikan rasa bangganya melatih tim Persebaya. Baginya Persebaya adalah klub besar
"Saya menikmati semuanya. Saya tahu betapa pentingnya klub ini. Persebaya adalah klub besar, dengan sejarah besar," ujar Coach Edu, saat press conference after match.
Menurutnya, Persebaya bukan hanya klub dengan pemain bertalenta, tetapi juga pemain yang memiliki mental pejuang, sama seperti Kota Surabaya.
"Para pemain, saya tahu di mana saya berada dan sejak menit pertama saya bisa merasakan kota ini. Saya tahu persis apa arti kota ini, para pejuang, para petarung," ungkapnya.
Selama enam bulan melatih, Coach Edu mengaku telah mencoba memberikan yang terbaik setiap harinya untuk Persebaya.
"Jadi saya sangat senang. Saya sangat senang berada di sini bekerja dengan klub ini dan para pemainnya. Anda tidak pernah benar-benar bisa beristirahat, dan Anda harus menikmati setiap hari. Saya mencoba memberikan perhatian maksimal setiap hari," tandasnya.
