Konten Media Partner

Warga Jatim Perlu Waspada, Ada Potensi Terjadi Puting Beliung Hingga Hujan Es

11 September 2025 11:58 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi puting beliung. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puting beliung. Foto: Pixabay
Masyarakat di wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, diminta untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi hingga sepekan ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Timur.
"Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan dengan intensitas sedang โ€“ lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es pada periode 10 โ€“ 17 September 2025," terang Taufiq Hermawan, Kepala BMKG Juanda, Kamis (11/9).
Menurut Taufiq, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Kab. Bondowoso, Kab. Jember, Kab. Jombang, Kab. Kediri, Kota Batu, Kota Malang, Kab. Lumajang, Kab. Madiun, Kab. Mojokerto, Kab. Nganjuk, Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab. Situbondo, Kab. Magetan, Kab. Ngawi, Kab. Ponorogo, Kab. Malang, Kab. Pacitan, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Banyuwangi, dan Kab. Trenggalek.
"Saat ini wilayah Jawa Timur masih berada di musim kemarau dan diprakirakan dalam 7 hari ke depan terdapat potensi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat," terangnya.
Taufiq melanjutkan fenomena cuaca ekstrem disebabkan oleh adanya gangguan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta gangguan atmosfer Low Frequency yang saat ini melintasi wilayah Jawa Timur.
Selain itu, suhu permukaan laut yang masih cukup hangat di sekitar Selat Madura turut mendukung pertumbuhan awan- awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem tersebut.
"Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini," pungkasnya.
Trending Now