Konten Media Partner

Yenny Wahid Ungkap Wejangan Sang Ibu Usai Gus Dur Terima Gelar Pahlawan Nasional

12 November 2025 9:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Yenny Wahid Ungkap Wejangan Sang Ibu Usai Gus Dur Terima Gelar Pahlawan Nasional
Yenny Wahid, mengungkapkan wejangan khusus yang diberikan sang ibunda, Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid, usai penganugerahan gelar tersebut. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Yenny Wahid (kanan) bersama sang ibunda, Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Yenny Wahid (kanan) bersama sang ibunda, Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid. Foto: Masruroh/Basra
Presiden RI Prabowo Subianto telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh, salah satunya kepada Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pemberian gelar tersebut dilakukan saat momen Hari Pahlawan, Senin (10/11) lalu.
Putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid, mengungkapkan wejangan khusus yang diberikan sang ibunda, Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid, usai penganugerahan gelar tersebut.
"Beliau bilang 'Nak, yang paling penting itu adalah menjadi pahlawan rakyat. Berjuang untuk kepentingan rakyat, karena ketika menjadi pahlawan rakyat, orang akan selalu mengingat perjuangan kita'," ujar Yenny menirukan wejangan sang ibu, saat ditemui Basra disela peringatan ulang tahun kedua Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya, Selasa (11/11) malam.
Yenny menuturkan wejangan tersebut disampaikan sang ibu saat ziarah ke makam Gus Dur pada Selasa (11/11) pagi di Jombang.
"Kita ziarah ke makam Gus Dur. Nah pas ziarah itu, ibu sampaikan wejangan ke saya," tuturnya.
Yenny mengungkapkan tak ada acara khusus yang digelar keluarga usai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur. Keluarga hanya ziarah ke makam Bapak Demokrasi itu.
“Yang paling penting sudah lapor ke Gus Dur (dengan ziarah), bahwa beliau telah dianggap Pahlawan Nasional. Seluruh rakyat Indonesia banyak yang membuat syukuran,” tukasnya.
Di mata Yenny, Gus Dur adalah sosok yang teguh dalam prinsip dan nilai, namun fleksibel dalam strategi.
“Gus Dur lentur dalam strategi, tetapi tidak mau berkompromi dalam nilai. Sosok semacam Gus Dur jarang ada saat ini," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Gus Dur selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas jabatan dan pengakuan formal.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, menyampaikan rasa syukur keluarga atas penghargaan gelar Pahlawan Nasional.
“Kami sangat bersyukur atas pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur. Apa yang diperjuangkan beliau—tentang demokrasi, persaudaraan, kesetaraan, keadilan, dan kemanusiaan—masih dipegang teguh oleh masyarakat untuk membangun bangsa,” terangnya.
Sinta pun berpesan agar ajaran Gus Dur yang sesuai ajaran Islam tetap dijadikan pedoman.
“Apa yang diperjuangkan Gus Dur selama ini, yang sesuai ajaran Islam, tetap dijadikan pedoman karena semuanya ada dalam dasar negara Pancasila. Itu harus dipegang seluruh rakyat Indonesia supaya negara tenteram, gemah ripah loh jinawi," pesannya.
Penetapan gelar Pahlawan Nasional diberikan negara atas jasa besar Gus Dur dalam memperjuangkan demokrasi, hak asasi manusia, serta toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Trending Now