Konten dari Pengguna

Kisruh PKKMB UNS 2025: Maba Yang Pingsan Hingga Barang Sitaan Yang Dihancurkan

Moehammad Bintang Aimar Andika
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret Surakarta
24 Agustus 2025 10:05 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Kisruh PKKMB UNS 2025: Maba Yang Pingsan Hingga Barang Sitaan Yang Dihancurkan
Berita terbaru terkait keberjalanan PKKMB UNS 2025 yang menuai konflik. Terdapat mahasiswa baru yang pingsan hingga barang sitaan yang dihancurkan oleh panitia bidang keamanan.
Moehammad Bintang Aimar Andika
Tulisan dari Moehammad Bintang Aimar Andika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
SOLOβ€”Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) 2025 yang seharusnya menjadi momen penyambutan penuh sukacita, justru berakhir dengan insiden kontroversial yang memicu permintaan maaf resmi dari panitia. Pada penutupan acara yang digelar Sabtu (23/8/2025) malam, jejeran panitia termasuk ketua, wakil, dan kepala bidang secara serentak menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian manajemen waktu, penanganan barang sitaan yang ekstrem, dan transparansi penyusunan rangkaian acara PKKMB secara inklusif.
Jejeran Ketua, Wakil, dan Kepala Bidang pada kepanitiaan PKKMB UNS tahun 2025 yang meminta maaf pada publik terkait kelalaian panitia (Foto diambil langsung oleh penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Jejeran Ketua, Wakil, dan Kepala Bidang pada kepanitiaan PKKMB UNS tahun 2025 yang meminta maaf pada publik terkait kelalaian panitia (Foto diambil langsung oleh penulis)

Timeline Kronologi Kegaduhan

Pada pukul 17.00 mahasiswa baru mendapatkan arahan dari panitia PKKMB untuk dapat berkumpul sehubung dengan open gate memasuki venue Symphony Of Semarmuda. Akan tetapi, hingga pukul 19.00, tercatat masih ada mahasiswa baru dari fakultas hukum dan teknik yang masih belum bisa memasuki arena dari rangkaian penutupan acara PKKMB UNS 2025. Hal ini tentu saja menguras energi para maba dan merugikan para maba. Dalam kondisi tersebut, maba tidak dapat melaksanakan ibadah pula karena kondisi antrean dan tidak ada fasilitas ibadah dalam kawasan antrean. Hingga pada pukul 21.00 tercatat terdapat 10 mahasiswa baru fakultas hukum UNS yang pingsan karena kelelahan. Disaat yang bersamaan, terdapat perlakuan ekstrem dari panitia yang menghancurkan barang sitaan mahasiswa baru yang ingin memasuki venue. Sesaat kemudian, pada pukul 21.21 ketua, wakil, dan kepala bidang dari Generasi UNS 2025 mempublikasikan permintaan maaf dan disaksikan oleh khalayak umum.

Dampak pada Mahasiswa Baru

Insiden ini berawal dari kesenjangan antara jadwal yang diinformasikan dengan realita di lapangan. Meski dijadwalkan masuk venue pukul 17.00 WIB, hingga pukul 19.00 WIB masih terdapat puluhan mahasiswa yang tertahan di luar area karena proses organisir massa yang lambat. Kondisi ini diperparah dengan proses pengecekan barang dan pemberantasan barang sitaan yang ekstrem.
Sepuluh mahasiswa Fakultas Hukum UNS dilaporkan pingsan akibat kelelahan dan dehidrasi setelah menunggu berjam-jam. Mereka kemudian mendapat pertolongan medis dari tim medis yang telah disiapkan untuk acara tersebut.

Respons dan Permintaan Maaf

Dalam pernyataan sikapnya di panggung penutupan, perwakilan panitia mengakui adanya kesalahan dalam manajemen waktu dan koordinasi:
"Pertanggung jawaban atas kegaduhan yang terjadi selama keberjalanan PKKMB UNS 2025, yang meliputi ketidak profesionalan dalam beberapa agenda kami. Kurangnya transparansi dalam proses perumusan hingga pelaksanaan kegiatan, kelalaian kami dalam penyambutan mahasiswa baru UNS 2025, Kami meminta maaf sedalam-dalamnya atas apa yang terjadi. Ini akan menjadi refleksi dan evaluasi untuk PKKMB UNS kedepan yang lebih baik lagi." Ucap ketua pelaksana PKKMB UNS 2025.

Konteks Positif PKKMB UNS 2025

Terlepas dari insiden ini, PKKMB UNS 2025 secara keseluruhan telah dirancang dengan tema "Generasi Bersinergi" yang berfokus pada penanaman nilai-nilai luhur seperti religius, disiplin, jujur, dan adaptif. Sebanyak 10.820 mahasiswa baru dari 33 provinsi di Indonesia mengikuti rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari (19-23 Agustus 2025) ini.
UNS juga dikenal sebagai kampus inklusi yang menerima 38 mahasiswa berkebutuhan khusus yang tersebar di 12 fakultas. Berbagai layanan pendukung termasuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, UNS Medical Center, dan layanan konseling mahasiswa telah disediakan untuk menunjang kegiatan.

Langkah Ke Depan dan Rekomendasi

Menyikapi insiden ini, berikut rekomendasi untuk perbaikan PKKMB di tahun depan:
Dengan langkah-langkah perbaikan ini, diharapkan PKKMB UNS 2026 dapat benar-benar mencerminkan semangat "Generasi Bersinergi" tanpa mengorbankan kenyamanan dan hak-hak dasar mahasiswa baru.
Keterangan: Artikel ini dikembangkan berdasarkan laporan peserta dan pernyataan resmi panitia PKKMB UNS 2025. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi website resmi UNS di https://uns.ac.id/ atau akun Instagram @uns.official dan @generasiuns
Trending Now