Konten dari Pengguna

Panggung Kosong di Alaska: Diplomasi Trump-Putin Tanpa Hasil

Budi Harianto
Mahasiswa Magister Hukum Universitas Gadjah Mada
18 Agustus 2025 7:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Panggung Kosong di Alaska: Diplomasi Trump-Putin Tanpa Hasil
Esai ini membahas pertemuan Trump–Putin di Alaska tahun 2025 yang penuh simbol diplomasi, namun gagal menghasilkan kesepakatan damai bagi perang Ukraina.
Budi Harianto
Tulisan dari Budi Harianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar Trump, Putin, Amerika Serikan dan Russia Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Trump, Putin, Amerika Serikan dan Russia Sumber: pexels.com
Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage, Alaskah, Pada 15 Agustus 2025, menjadi sorotan dunia. Dengan tema besar “Pursuing Peace”, pertemuan ini diharapkan membuka jalan perdamaian bagi perang berkepanjangan di Ukraina. Dunia menunggu dengan penuh harap, mengira pertemuan itu akan menjadi langkah menumental menuju gencatan senjata. Namun, hasilnya justru mengecewakan setelah hampir 3 jam berdiskusi, kedua pemimpin pulang tanpa kesepakatan yang konkret.
Meski suasana digambarkan dengan penuh kemegahan dengan karpet merah, iring-iringan pesawat pembom B-2, dan sambutan militer yang megah, substansi pertemuan jauh dari ekspektasi. Trump hanya menegaskan, “There’s no deal until there’s a deal”, sebuah kalimat yang lebih kepada mencerminkan kebuntuan diplomasi ketimbang optimisme. Putin, di sisi lain, menyebutkan diskusi berlangsung dalam suasana “saling menghormati”, tetapi tidak memberikan rincian apa pun tentang arah dari perundingan.
Dari sudut pandang Amerika Serikat, banyak pihak yang melihat Trump masih berhati-hati. Mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menilai ada “banyak hambatan yang belum dapat terpecahkan”, terutama pada sikap Rusia yang menolak gencatan senjata tanpa syarat. Di kongres, sejumlah anggota menafsirkan simbol-simbol militer yang dipertontonkan dalam acara ini sebagai pesan keras kepada Putin, sebuah pengingat bahwa kekuatan Amerika tetap siap digunakan jika diplomasi gagal.
Namun, perspektif internasional jauh lebih kritis. Menteri Luar Negeri Ceko, Jan Lipavsky, menyebutkan bahwa retorika Putin hanyalah propaganda, mengaburkan fakta bahwa Rusia lah pihak yang melanggar kedaulatan Ukraina. Atlantic Council bahkan menilai pertemuan ini hanya memberi “kemenangan simbolis” bagi Putin. Dengan tampil di panggung Amerika Seikat, ia berhasil mengakhiri isolasi diplomatiknya, meskipun tanpa memberikan konsesi nyata.
Media internasional pun memberikan sebuah catatan tajam. Reuters menyoroti adanya “kontras mencolok antara kata-kata hangat dan realitas dingin”, sementara itu Associated Press menyebutkan pertemuan itu sekadar penuh “pomp and circumstance” megah di luar akan tetapi kosong di dalam. The Guardian menegaskan bahwa Putin berhasil meraih kemenangan citra, sementara Trump tampak mundur dari retorika kerasnya terkait ancaman sanksi baru.
Pertemuan Alaska pada akhirnya memperlihatkan paradoks diplomasi modern. Di satu sisi, dunia menyaksikan betapa megahnya simbol-simbol diplomatik pertemuan bersejarah, seremoni militer, hingga pidato penuh kata-kata damai. Namunm di sisi lain, substansi yang dihasilkan nyaris nihil. Tidak ada gencatan senjata, tidak ada kesepakatan wilayah, bahkan tidak ada garis besar untuk langkah berikutnya.
Meskipun Trump dan Putin sama-sama menyebutkan adanya peluang pertemuan lanjutan, termasuk memungkinkan melibatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, kenyataan tetap menunjukkan betapa sangat rapuhnya komitmen politik dalam meraih perdamaian. Alih-alih menjadi tonggak sejarah, pertemuan ini lebih menyerupai panggung politik yang menguntungkan citra Putin dan meninggalkan dunia dengan harapan kosong.
Pertemuan Alaska seharusnya menjadi pelajaran yang amat sangat penting yang dimana diplomasi tidak boleh berhenti pada simbolis. Perdamaian sejati hanya mungkin terwujud jika semua pihak mau duduk bersama dengan komitmen nyata yang bukan sekadar menampilkan pertunjukan seremonial untuk kamera dunia.
Sumber:
Reuters. (16 Agustus 2025). Trump-Putin summit yields no deal ending war in Ukraine. Diakses dari: https://www.reuters.com/world/europe/trump-putin-summit-yields-no-deal-ending-war-ukraine-2025-08-16
Associated Press.(2025). Takeaways from the Trump-Putin meeting: No agreement, no questions but lots of pomp. Diakse dari: https://apnews.com/article/b9ff04c4143c6ac228e196ddaf6dd6d3
Atlantic Council. (15 Agustus 2025). Experts react: Trump and Putin just left Alaska without a deal on Russia’s war in Ukraine. Diakses dari: https://www.atlanticcouncil.org/blogs/new-atlanticist/experts-react/trump-and-putin-just-left-alaska-without-a-deal-russias-war-on-ukraine
The Gurdian. (16 Agustus 2025). No Ukraine ceasefire but a PR victory for Putin: key takeaways form Trump’s Alaska summit with Russian president. Diakses dari: https://www.theguardian.com/world/2025/aug/16/no-ukraine-ceasefire-but-a-pr-victory-for-putin-key-takeaways-from-trumps-alaska-summit-with-russian-president
Wikipedia. (2025). 2025 Russia-United State Summit. Diakses dari: https://en.wikipedia.org/wiki/2025_Russia%E2%80%93United_States_Summit
Trending Now