Konten dari Pengguna

Dampak Pariwisata di Masa Pandemi

Cahya Ningrum Ramadhani
a econom student from UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto
10 November 2021 18:46 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Dampak Pariwisata di Masa Pandemi
Sektor Wisata Indonesia mengalami penurunan jumlah wisatawan dikarenakan COVID-19 yang telah terjadi selama hampir 2 tahun ini. #userstory
Cahya Ningrum Ramadhani
Tulisan dari Cahya Ningrum Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bali, Indonesia. source : https://pixabay.com/photos/bali-palm-trees-sunset-travel-2975787/
zoom-in-whitePerbesar
Bali, Indonesia. source : https://pixabay.com/photos/bali-palm-trees-sunset-travel-2975787/
Pandemi yang sedang terjadi saat ini yaitu penyebaran virus yang berasal dari Wuhan Cina, bernama virus corona atau COVID-19 mulai menyebar pada akhir Desember 2019. Penyebarannya begitu cepat dari Cina ke berbagai negara yang ada di seluruh dunia. Virus Corona ini menular melalui saluran pernafasan dan sangat mematikan. Virus COVID-19 telah merenggut nyawa banyak orang.
Penyebaran virus COVID-19 berdampak besar tidak hanya pada sektor perekonomian, namun juga pada sektor pariwisata. Akhir-akhir ini dikarenakan melonjaknya persentase orang yang terinfeksi virus corona menyebabkan tingkat kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis karena banyak masyarakat yang merasa takut untuk bepergian akibat adanya virus COVID-19.
Jumlah wisatawan lokal menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan jumlah wisatawan ini sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian negara karena pariwisata berperan penting dalam meningkatkan pendapatan negara, dan juga menjadi lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Pendapatan terbesar sektor pariwisata Indonesia berasal dari Bali. Pendapatan sektor pariwisata dari Bali sekitar 50% lebih. Pada awal corona Bali harus kehilangan 54% kontribusi sektor pariwisata.
Beberapa kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah untuk memulihkan sektor pariwisata dengan tetap berfokus pada penanganan COVID-19. Rapat Paripurna dalam membahas kebijakan mengenai pemulihan sektor pariwisata telah dilakukan bersama dengan Presiden Jokowi di Istana Negara. Pada rapat tersebut, disebutkan bahwa Presiden Jokowi memberikan beberapa arahan terkait pemulihan sektor pariwisata dan juga sektor ekonomi.
Dampak besar COVID-19 pada sektor pariwisata adalah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Banyak pelaku UMKM, pekerja supplier, dan berbagai pekerjaan terkait pariwisata yang terpaksa terkena PHK dan kesulitan mencari pekerjaan.
Saat ini telah diberlakukan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan mulai tanggal 11-25 Januari 2021 dan seiring diberlakukannya pengetatan protokol kesehatan di sebagian daerah di Jawa-Bali sehingga kebijakan PPKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) diperpanjang hingga saat ini.
Kebijakan PPKM tidak menghentikan seluruh kegiatan masyarakat. Kegiatan-kegiatan di Pulau Jawa-Bali masih bisa berjalan seperti biasanya. Kebijakan PPKM lebih dipilih karena PPKM dapat lebih efektif untuk menghentikan laju COVID-19.
Masing-masing daerah telah mengeluarkan peraturan terkait berwisata pada masa PPKM. Seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang telah menerbitkan Surat Edaran kepada sektor pariwisata untuk memastikan penerapan protokol kesehatan. Banyak juga daerah yang telah memberlakukan syarat surat keterangan negatif COVID-19 berupa hasil rapid test antigen dan juga menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis 1 untuk para wisatawan.
Baru-baru ini telah lahir sebuah ide baru terkait kegiatan pariwisata pada masa pandemi yang bernama Virtual Tourism alias Wisata Virtual. Wisata Virtual ini hadir sebagai salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan untuk melawan kebosanan selama pandemi dengan memanfaatkan teknologi. Virtual Tourism atau Wisata Virtual ini dapat menjadi jawaban untuk membuat para wisatawan tetap tertarik untuk berwisata.
Ide Wisata Virtual saat ini terus dikembangkan oleh berbagai pihak. Konten yang ditayangkan pun sangat beragam, mulai dari keindahan alam Indonesia, museum-museum, pentas serta pagelaran seni, dan budaya adat Indonesia yang tersedia dalam bentuk gambar dan video. Harapannya, agar keberadaan tour wisata virtual ini dapat membuat para wisatawan merasa seperti berada di destinasi yang mereka inginkan.
Di sisi lain, kita juga harus selalu menjaga kegiatan wisata selama pandemi COVID-19 dengan berbagai protokol kesehatan, baik protokol di hotel, di restoran, maupun di tempat wisata alam dengan menerapkan 5M: Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Membatasi Mobilitas, dan Menjauhi Kerumunan.
https://pixabay.com/photos/bali-palm-trees-sunset-travel-2975787/
Trending Now