Konten dari Pengguna

Bukan Istirahat Biasa, Peran Besar Tidur dalam Perkembangan Memori Anak

CELESTINE RANIANTA PUTRI MAKAROME
Saya adalah mahasiswa Strata 1 jurusan Psikologi di Universitas Brawijaya.
6 Desember 2025 21:00 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Bukan Istirahat Biasa, Peran Besar Tidur dalam Perkembangan Memori Anak
Tidur bukanlah sekadar istirahat, namu tidur adalah tahap penting untuk tumbuh kembang otak anak.
CELESTINE RANIANTA PUTRI MAKAROME
Tulisan dari CELESTINE RANIANTA PUTRI MAKAROME tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Anak yang Sedang Tertidur. Sumber : Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak yang Sedang Tertidur. Sumber : Freepik
Dalam periode emas seorang anak lebih tepatnya saat berusia 3-5 tahun, kemampuan memori dan kognisi anak berkembang cepat. Pertumbuhan otak anak setelah periode emas atau golden age bisa mencapai 80 hingga 90 persen dari ukuran otak orang dewasa, pertumbuhan ini membentuk koneksi saraf yang sangat kompleks sehingga membantu peningkatan keterampilan kognitif anak.
Di usia ini pula, anak telah berada di tingkat awal persiapan untuk berinteraksi dan melaksanakan pendidikan formal. Untuk proses awal inilah pentingnya menjaga keterampilan memori anak. Keterampilan memori berhubungan kuat dengan fase tidur yang berkualitas.
Tidur adalah fase kerja otak yang penting untuk konsolidasi memori (De Freitas AraΓΊjo & De Almondes, 2014) dan penggunaan memori pada proses kognitif. Inilah alasan mengapa waktu tidur yang baik sangat bagus untuk tumbuh kembang anak.
Di era serba modern, gangguan tidur pada anak sudah semakin kompleks. Penggunaan gawai yang berlebihan akan memengaruhi pola tidur anak menjadi tidak teratur. Lalu lingkungan yang tidak mendukung seperti kebisingan juga dapat memicu masalah tidur pada anak.
Gangguan tidur dalam jangka waktu pendek maupun panjang terbukti berdampak pada emosi, memori jangka pendek, memori kerja, dan keterampilan atensi anak (Vriend et al., 2013). Hal ini menunjukkan gangguan tidur bukanlah masalah yang sepele karena pondasi perkembangan kognitif anak adalah pola tidur yang baik.
Gangguan Tidur Pada Anak. Sumber : Freepik

Mengapa Tidur Dianggap Sangat Penting bagi Anak?

Perkembangan memori anak tidak hanya terjadi saat mereka aktif beraktivitas, namun yang paling intens adalah saat mereka tidur. Memori terbentuk dari tiga tahap utama yaitu encoding, konsolidasi, dan retrieval yang ketiganya sangat bergantung pada pola tidur anak.
Pada tahap encoding, anak menerima memori baru dari lingkungannya namun memori jangka pendek ini mudah hilang. Karena itu, otak membutuhkan tidur untuk lanjut ke tahap selanjutnya yaitu konsolidasi di mana proses ini memperkuat memori tahap encoding menjadi ingatan jangka panjang dengan bantuan tidur.
Tidur bukan hanya istirahat bagi fisik kita, namun tidur adalah fase aktif saat otak memproses, memilah, dan memperkuat memori anak. Tidur sebagai fase penting bagi otak dalam mengolah memori terbagi menjadi dua, yaitu non-REM dan REM (rapid eye movement). Tidur non-REM bertugas memperkuat memori deklaratif, seperti memori tentang kata, fakta, atau tahap sederhana.
Tidur non-REM memperkuat memori deklaratif seperti memori tentang kata, fakta, atau tahap-tahap sederhana. Ini sangat penting bagi anak yang sedang belajar bahasa, mengenali bentuk, atau mengikuti instruksi.
Tidur REM mengolah memori emosional dan sosial, yang penting bagi anak untuk lebih mampu memahami situasi sosial, hingga mengatur sosial. Kedua tahap tidur ini bekerja bergantian seperti siklus yang tidak bisa diganggu gugat, sehingga apabila ada gangguan pada salah satunya akan memengaruhi kestabilan memori anak.
Tidur adalah fase krusial bagi perkembangan otak anak. Kurang tidur tentu akan berdampak besar pada kemampuan otak anak dalam belajar, menyimpan memori, hingga mengelola emosi. Ketika anak kekurangan tidur, khususnya tidur non-REM dan REM akan menghambat otak dalam memperkuat memori.
Akibatnya, anak menjadi mudah lupa, sulit memahami instruksi, dan bahkan tidak mampu mempertahankan fokus sehingga terhambatlah perkembangan otak anak yang di mana seharusnya anak usia dini mengalami perkembangan otak yang cepat.
Ilustrasi Anak yang Sedang Tertidur. Sumber : Freepik

Cara Agar Kualitas Tidur Anak Meningkat

Untuk mengantisipasi gangguan tidur pada anak, kualitas tidur dapat ditingkatkan melalui beberapa hal.
Tidur merupakan pondasi penting bagi perkembangan memori dan kognitif anak, terutama pada usia 3-5 tahun ketika otak berkembang sangat cepat. Tanpa tidur yang cukup dan berkualitas, proses pembentukan memori mulai dari penerimaan hingga penyimpanannya tidak dapat berlangsung secara optimal.
Karena itu, menjaga kualitas tidur adalah langkah sederhana yang sangat penting bagi perkembangan otak. Tidur yang baik bukan hanya untuk beristirahat, namun juga membantu kognitif anak untuk bertumbuh kembang.
Trending Now