Konten dari Pengguna

Tiga Prinsip Stoik yang Membantu Saya Tetap Waras di Dunia yang Sibuk

Chalia Keviana Agatha agatha
Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta
3 Juni 2025 15:43 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Tiga Prinsip Stoik yang Membantu Saya Tetap Waras di Dunia yang Sibuk
Menjaga kewarasan di tengah dunia yang menuntut kesempurnaan.
Chalia Keviana Agatha agatha
Tulisan dari Chalia Keviana Agatha agatha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber gambar: dokumen pribadi, menggambarkan bahwa kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang luas.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar: dokumen pribadi, menggambarkan bahwa kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang luas.
Pada hari-hari tertentu, hidup terasa seperti perlombaan tanpa akhir dengan tugas yang menumpuk serta tekanan dari berbagai arah. Notifikasi yang terus berdering, dan pikiran berpaku deangan khawatiran untuk hal-hal yang bahkan belom terjadi atau mungkin tidak akan terjadi. Saya pernah mengalami stess, berfikir berlebihan, ingin menyerah, serta rasa sedih yang berkepanjangan tanpa ada sebab yang jelas dan saya masih mengalaminya. Sampai akhirnya saya menemukan buku berjudul Filosofi Teras karya Henry Manampiring.
Filsafat kehidupan Yunani dan Romawi kuno dikenal sebagai stoisisme. Stoisisme merupakan panduan hidup yang bermanfaat, bukan sekedar teori rumit. Meditasi, yang kemudian di kenal sebagai Filsafat Teras, merupakan kumpulan catatan pribadi kaisar dan filsuf Marcus Aurelius. Hasilnhya, saya menjadi lebih tenang, lebih bijaksan, dan (agak) lebih waras.
Kendalikan apa yang anda bisa kendalikan. Hal-hal yang tidak dapat saya kendalikan, seperti cuaca, pendapat orang lain, atau bahkan berita buruk, dulunya membuat saya stres. Sekarang saya belajar untuk berkonsentrasi pada pola pikir, respons, dan perilaku saya sendiriโ€”hal-hal yang dapat saya kendalikan.
Pertimbangkan Reaksi Saya Sebelum menunjukannya, saya mencoba bertanya pada diri sendiri, "Apakah ini benar-benar penting?" atau "Bagaimana saya bisa menanggapi dengan tenang?" saat emosi saya memuncak. Respons kita adalah aset terbesar kita, menurut stoikisme.
Cintai dan terima hidup apa adanya, saya belajar untuk menerima kenyataan dengan gembira alih-alih pasrah dengan mempraktikkan amor fati, atau "mencintai takdir." Apa pun yang terjadi, saya pikir saya dapat belajar sesuatu darinya.
Pendapat saya mengenai konsep stoikisme ini adalah prinsip-prinsip yang mampu membekali saya pada saat saya berada ditengah masyarat luas. Jelas saya belum menjadi penganut stoa sejati. Namun, di lingkungan yang sibuk dan kacau, ketiga ide ini membuat saya tetap waras. Mungkin Anda juga mencoba menemukan metode bernapas yang lebih damai. Manakah dari ketiga ide ini yang paling ingin anda praktikkan saat ini?
Trending Now