Konten dari Pengguna

Strategi Pembelajaran Baru: Mengoptimalkan Kemampuan Membaca dengan Metode SAS

Chicha Dhaniella Putri Huda Carolyna
Saya Mahasiswa yang sedang menempuh study di prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Brawijaya
11 Juni 2024 11:22 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Strategi Pembelajaran Baru: Mengoptimalkan Kemampuan Membaca dengan Metode SAS
Strategi pembelajaran terbaru, menggunakan metode SAS yang dapat mengoptimalkan belajar membaca anak
Chicha Dhaniella Putri Huda Carolyna
Tulisan dari Chicha Dhaniella Putri Huda Carolyna tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar anak membaca, sumber di dapat dari https://www.pexels.com/id-id/foto/anak-laki-laki-berdiri-dekat-rak-buku-261895/
zoom-in-whitePerbesar
Gambar anak membaca, sumber di dapat dari https://www.pexels.com/id-id/foto/anak-laki-laki-berdiri-dekat-rak-buku-261895/
Membaca merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting bagi anak untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Namun, banyak anak yang masih mengalami kesulitan dalam membaca, baik dari segi kecepatan, pemahaman, maupun minat baca. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi para guru untuk mencari metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca siswa. Membaca merupakan gerbang utama menuju ilmu pengetahuan. Semakin cakap kita membaca, semakin luas pula wawasan yang dapat kita raih. Namun, di era digital yang serba cepat ini, kemampuan membaca yang optimal menjadi kian penting. Di sinilah Metode SAS hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca secara efektif dan efisien. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa adalah Metode SAS (Struktur, Analitik, dan Sintetik). Metode ini merupakan metode pembelajaran aktif yang berfokus pada keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Apa itu metode SAS? Metode SAS adalah singkatan dari Struktural, Analitik, dan Sintetik, yang merupakan pendekatan pembelajaran membaca yang memadukan ketiga aspek tersebut. Metode ini menekankan pada pemahaman struktur kalimat, penguraian kata menjadi suku kata dan huruf, serta penggabungan kembali kata-kata menjadi kalimat yang utuh. Menurut Djauzak 1996, metode SAS merupakan metode pembelajaran membaca permulaan yang didasarkan atas pendekatan cerita, yaitu cara memulai mengajar membaca dan membaca dengan menampilkan cerita yang diambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa. Metode SAS terdiri dari 3 tahap yaitu, memperkenalkan struktur kalimat, analisis kalimat, dan sintetis. Metode SAS dapat diterapkan di berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari anak usia dini hingga sekolah dasar. Guru dapat menggunakan berbagai media pembelajaran seperti kartu kata, gambar, dan permainan untuk membuat proses belajar membaca lebih menarik dan menyenangkan.
Metode SAS memiliki beberapa keunggulan, antara lain: 1. Meningkatkan Kemampuan Membaca: Proses penguraian dan penggabungan kata-kata membantu siswa memahami struktur kalimat dan meningkatkan kelancaran membaca. 2. Memperkaya Kosakata: Siswa terpapar dengan berbagai kata baru dalam proses membaca, sehingga memperkaya kosakata mereka. 3. Meningkatkan Pemahaman: Dengan memahami struktur kalimat, siswa dapat lebih memahami makna bacaan. 4. Membangun Kebiasaan Membaca: Metode SAS yang menarik dan interaktif dapat memotivasi siswa untuk lebih sering membaca. Selain adanya kelebihan belajar menggunakan metode SAS, tentu pula ada kekurangan metode SAS sebagai berikut: 1. Lambat dalam Memahami Konsep: Karena proses pembelajarannya terstruktur dan bertahap, beberapa siswa mungkin merasa lambat dalam memahami konsep yang diajarkan. 2. Membutuhkan Persiapan yang Matang: Guru perlu mempersiapkan bahan ajar dan media pembelajaran dengan matang sebelum melaksanakan pembelajaran dengan metode SAS. 3. Membutuhkan Konsentrasi Tinggi: Metode SAS membutuhkan konsentrasi yang tinggi dari siswa karena siswa harus mengikuti tahapan-tahapan pembelajaran dengan seksama. 4. Sulit Diterapkan di Kelas yang Besar: Metode SAS mungkin sulit diterapkan di kelas yang besar karena guru membutuhkan waktu dan perhatian yang lebih banyak untuk setiap siswa. Selain kekurangan-kekurangan yang disebutkan di atas, perlu diingat bahwa efektivitas metode SAS juga tergantung pada berbagai faktor lain, seperti adanya karakteristik siswa, metode SAS mungkin lebih efektif untuk siswa yang memiliki gaya belajar visual dan kinestetik. Motivasi belajar siswa juga dapat mempengaruhi dalam pembelajaran membaca menggunakan metode SAS. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan lebih mudah mengikuti pembelajaran dengan metode SAS. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai akan mendukung kelancaran pelaksanaan pembelajaran dengan metode SAS. Menurut Susilo 2016, metode SAS kurang memperhatikan aspek psikologis siswa, sehingga siswa yang memiliki kesulitan belajar membaca akan merasa tertinggal dan tidak percaya diri. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan semua faktor tersebut sebelum memutuskan untuk menggunakan metode SAS dalam pembelajaran. Kesimpulan Metode SAS merupakan metode pembelajaran membaca yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Dengan penerapan yang tepat, metode ini dapat membantu siswa untuk membaca dengan cepat, tepat, dan penuh pemahaman. Belajar membaca menggunakan metode SAS tidak hanya di lakukan di pembelajaran sekolah saja, orang tua juga dapat mendampingi anak dalam belajar membaca dengan menggunakan metode SAS di rumah. Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk membaca, seperti menyediakan buku-buku menarik dan menyediakan waktu khusus untuk membaca. Lakukan variasi dalam kegiatan membaca, seperti membaca cerita, puisi, dan artikel. Berikan pujian dan penghargaan kepada anak atas usahanya dalam belajar membaca. Dengan menerapkan Metode SAS, diharapkan kemampuan membaca anak dapat berkembang optimal dan membuka jalan mereka menuju kesuksesan di masa depan.
Trending Now