Konten dari Pengguna
Indonesia di Pusaran Dunia yang Terbelah
5 Desember 2025 19:10 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Indonesia di Pusaran Dunia yang Terbelah
Opini tentang posisi dan peluang Indonesia di tengah ketidakpastian dunia, khususnya dinamika kawasanDarynaufal Mulyaman
Tulisan dari Darynaufal Mulyaman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia saat ini bergerak dalam arah yang semakin tidak menentu. Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok menciptakan tekanan yang terasa hingga negara-negara berkembang. Persaingan dua kekuatan besar itu bukan lagi sekadar perebutan pengaruh strategis tetapi menjadi pertarungan untuk menentukan aturan dan arah masa depan global. Indonesia berada di tengah arus besar itu dan tidak bisa sekadar melihat dari kejauhan.
Arah ekonomi global juga berubah. Dunia tidak sepenuhnya berhenti terhubung tetapi hubungan internasional kini berjalan lebih selektif. Deglobalisasi muncul dalam bentuk baru yang menegaskan sekat antara blok ekonomi dan politik. Perubahan rantai pasok memperlihatkan betapa negara industri besar kini mulai memindahkan atau mendekatkan produksi mereka ke wilayah yang dianggap lebih aman. Kondisi ini menciptakan peluang baru bagi negara yang mampu menyesuaikan diri, termasuk Indonesia.
Indonesia selama ini dikenal sebagai negeri yang kaya sumber daya. Namun kekayaan itu tidak selalu membawa dampak optimal ketika kita masih dominan menjadi pemasok bahan mentah. Momentum perubahan global dapat menjadi pintu untuk naik kelas. Hilirisasi, penguatan industri dalam negeri, dan pembangunan kapasitas teknologi menjadi syarat untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penyedia bahan baku dalam rantai pasok kendaraan listrik atau industri strategis lain. Indonesia harus berperan sebagai pelaku utama dalam rantai nilai global.
Di sisi lain tekanan ekonomi global tidak dapat dianggap ringan. Kenaikan harga komoditas selama ini sering dianggap kabar baik tetapi situasinya lebih rumit. Inflasi global mempengaruhi harga pangan dan energi di dalam negeri. Suku bunga internasional yang naik juga dapat memicu gejolak keuangan. Krisis di satu kawasan dapat menjalar ke kawasan lain. Indonesia memang mampu menjaga stabilitas ekonomi dalam beberapa tahun terakhir tetapi tekanan global dapat menguji ketahanan tersebut kapan saja.
Tantangan tidak hanya datang dari ekonomi. Ancaman politik baru bermunculan dari ruang digital. Disinformasi, polarisasi, dan apa yang disebut sebagai kondisi tanpa rujukan media yang jelas menjadi ancaman bagi persatuan nasional. Persaingan antarnegara tidak lagi terjadi hanya melalui diplomasi konvensional tetapi juga melalui operasi informasi yang membentuk opini publik. Indonesia yang memiliki jutaan pengguna aktif di dunia digital menjadi target yang sangat potensial. Tanpa kesiapan literasi digital masyarakat ancaman ini dapat mengganggu stabilitas yang selama ini dijaga dengan susah payah.
Di tengah dinamika itu terdapat ruang yang justru tumbuh menjadi arena kompetisi paling kreatif yaitu soft power. Korea Selatan menjadi contoh paling nyata. Negara tersebut berhasil mengubah budaya populer menjadi sumber kekuatan diplomatik dan ekonomi. Musik, film, drama, dan gaya hidup Korea menciptakan jaringan pengaruh yang melintasi batas negara. Pengaruh itu memperkuat posisi Korea dalam hubungan internasional. Indonesia memiliki potensi besar di bidang budaya. Musik, kuliner, fashion, dan industri kreatif dapat menjadi sumber kekuatan baru bila dikelola secara serius sebagai bagian dari strategi nasional.
Namun Indonesia masih menghadapi hambatan di level birokrasi. Banyak potensi yang belum terwujud karena kurangnya koordinasi dan minimnya keberanian mengambil langkah strategis. Padahal peluang untuk membangun citra nasional dan memperkuat pengaruh melalui budaya sangat terbuka. Soft power bukan sekadar alat diplomasi tetapi bisa menjadi motor ekonomi baru.
Dalam menghadapi semua itu Indonesia perlu menafsirkan ulang prinsip bebas dan aktif agar relevan dengan tantangan zaman. Indonesia harus memainkan diplomasi yang fleksibel dengan memilih isu secara strategis. Stabilitas politik dan konsistensi regulasi harus dijaga. Para investor global membutuhkan negara yang dapat diprediksi dan pemerintah perlu menunjukkan keseriusan terhadap pembangunan jangka panjang. Selain itu manajemen lingkungan menjadi hal mendesak yang tidak dapat ditunda lagi. Dunia sedang bergerak menuju ekonomi hijau dan Indonesia harus berada dalam barisan depan, bukan tertinggal di belakang.
Perubahan global membawa ancaman sekaligus peluang. Indonesia berada pada titik penting yang menentukan masa depannya. Bila mampu memanfaatkan momentum besar ini Indonesia dapat menjadi bagian dari pembentuk dinamika global. Bila gagal kita akan terjebak menjadi korban gelombang perubahan yang tidak mengenal kompromi.

