Konten dari Pengguna
Humor Hasanah
27 Agustus 2023 9:02 WIB

Kiriman Pengguna
Humor Hasanah
Dunia tidak selalu seperti yang di rencanakan, terkadang seperti apa yang kita benci. humor selalu menjadi obat bagi hidup yang serba tegang. tertawa cara kita memandang dunia hanya sebagai permainan.Nanda Pratama
Tulisan dari Nanda Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dalam dunia yang sangat dinamis sering kali berjalan tak sesuai rencana, kebahagiaan yang di rencanakan malah kekecewaan dan penyesalan kerap menyelimuti. Namun, di tengah dinamika yang menghentak, adakah ruang bagi senyuman? Tentu saja. Mari kita telusuri bagaimana humor bisa menjadi obat mujarab yang membantu kita meresapi kehidupan dengan kesejukan dan kedamaian.

Jika keseriusan adalah cahaya terang, maka humor adalah kilauan bintang di langit kehidupan. Dalam pandangan Filsuf Schopenhauer, humor adalah jalan manusia menghadapi ketidaksempurnaan dunia. Sementara itu, tokoh sufi Nasruddin Hoja memanfaatkan kelucuan untuk merangsang pemikiran mendalam dan refleksi tentang arti hidup.
Terbahak-bahak dalam situasi yang tak terduga mengajarkan kita melihat ironi hidup. Tertawa bukan hanya respons atas kekonyolan, tapi juga jendela menuju kedamaian dalam ketidakcocokan antara harapan dan realitas. Oleh karena itu, kita dapat memandang dunia dengan pandangan yang lebih ringan, menolak beban yang tak perlu.
Humor bukan sekadar hiburan; itu adalah penawar. Dalam konteks dunia mikro misalnya Rasulullah sendiri menggarisbawahi keutamaan mencari pasangan yang mampu menghadirkan senyuman dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, harmoni dalam rumah tangga adalah pondasi kebahagiaan dunia yang lebih besar.
Meski demikian, humor tak perlu menjadi beban. Hidup ini suatu perjalanan yang tak terduga bukan hanya rencana yang tidak sesuai atau target yang tidak tercapai malah ia berjalan seperti apa yang kita benci.
Hidup ini bukan tentang perencanaan yang kaku, tetapi tentang niat baik dan sikap fleksibel. Terkadang, hanya dengan bergerak konyol tanpa perencanaan kaku dengan berniat baik pada tujuan-tujuan kecil dan mengejar hal-hal yang memberi sukacita segera, kita dapat menemukan makna yang lebih dalam.
Dalam era sosial yang penuh tekanan, senyum adalah pelampiasan. Dalam konteks dakwah, ustad yang mampu menghadirkan pesan dengan sentuhan humor dan kebijaksanaan kerap memikat hati banyak orang. Mereka tidak hanya menyadarkan dan memenangkan hati tetapi juga merangkul dengan keceriaan.
Namun, ingatlah, candaan harus diolah dengan bijak. Humor yang bermanfaat mengangkat, bukan merendahkan. Kehidupan ini adalah perjalanan penuh makna, dan dalam setiap candaan kita dapat menyematkan hikmah yang tulus. Oleh karena itu, mari kita hadapi hidup dengan senyuman, merangkul humor sebagai teman setia dalam setiap petualangan.

