Konten dari Pengguna
Membaca Status Karya 'di'
6 Maret 2018 9:11 WIB
Diperbarui 18 September 2020 9:03 WIB

Kiriman Pengguna
Membaca Status Karya 'di'
Sebuah puisi yang menerangkan perbedaan kata depan "di" dan imbuhan "di".Dhimas Muhammad Yasin
Tulisan dari Dhimas Muhammad Yasin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aku benar-benar gagal paham
Sungguh, aku benar-benar gagal paham
Sekarang ini orang makin gampang salah paham
Ujung-ujungnya sampai kepada geram, bahkan balas dendam
Betapa sinisnya kalian terhadap adat istiadatku
Yang selalu kalian sumbar dalam setiap penggunaan komunikasimu
Kalian terlalu malas memedulikan, bahkan hanya satu huruf dariku
Terlebih lagi mengurus spasi, tanda baca, bahkan tata bunyi penyebutanku
Awal mulanya aku sangat menertawai kepolosan kalian
Kalian hadirkan diriku dalam wujud gaya bahasa layaknya seorang bahasawan
Tetapi, lama-kelamaan kalian semua berganti ke haluan yang sangat intoleran
Sehingga pada akhirnya, aku pun terbuai menangisi kesombongan kalian
Karena kalian terlalu sibuk mencari eksistensi,
karena kalian terlalu santai menyikapi basa-basi,
karena kalian terlalu ngebut meraih dominasi,
karena kalian terlalu naif memberi edukasi
Ketahuilah โฆ bahwa aku ini kata yang bernama โdiโ
Ada kalanya aku berposisi sebagai di, maka sebutlah aku โkata depanโ
Ada kalanya pula aku berposisi sebagai di-, maka sebutlah aku โimbuhanโ
Sakitkah, lupakah, atau malaskah sehingga perlu kuberi kalian remedi?
Adapun aku difungsikan sebagai penanda tempat, waktu, atau arah, maka pisahkanlah!
Adapun aku difungsikan sebagai penanda tindakan, maka sambungkanlah!
Adapun kalian menadaburi risalah ini, maka kuucapkan hamdalah!
Adapun kalian menafikan risalah ini, maka kuucapkan haukalah!
Sukoharjo, Agustus 2017
Puisi ini dimuat dalam Kumpulan Puisi "Sebuah Riwayat Laila Majnun" (Oase Pustaka, 2017).

