Konten dari Pengguna
Angka Pengangguran Tahun 2021 di Indonesia Meningkat atau Menurun?
30 Desember 2021 11:54 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Angka Pengangguran Tahun 2021 di Indonesia Meningkat atau Menurun?
Pengangguran di Indonesia tahun 2021 menurun, tampaknya pemerintah dan masyarakat sudah mulai bangkit dari keterpurukan ekonomi dan mulai memperbaiki perkonomiannya.Dita Rahma Putri
Tulisan dari Dita Rahma Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengangguran merupakan suatu permasalah bagi setiap negara, termasuk negara kita sendiri, Indonesia. Perlu kita ketahui bahwa pengangguran terbanyak di Indonesia didominasi oleh para lulusan sekolah maupun lulusan perguruan tinggi. Pengangguran di tahun 2021 juga tampaknya banyak di sumbang oleh para pekerja PHK karena dampak Covid-19.
Masuknya virus Covid-19 ke Indonesia menyebabkan perekonomian Indonesia memburuk. Kita mengetahui bahwa dampak dari virus Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia begitu banyak. Contohnya, banyak perusahaan yang melakukan PHK terhadap pegawainya, bahkan banyak perusahaan yang menutup perusahaannya karena bangkrut. Usaha kecil di sekitar kita pun terkena dampaknya dan menyebabkan perekonomian tidak stabil.
Meskipun virus Covid-19 belum sepenuhnya hilang, bahkan muncul varian virus baru hingga akhir tahun 2021 ini. Lalu, apakah pengangguran di Indonesia menurun atau meningkat pada tahun 2021? Faktanya, pengangguran tahun 2021 sudah mengalami penurunan.
Pada siaran live youtube BPS pada November 2021, Kepala BPS (Badan Pusat Statistik), Margo Yuwono mengatakan bahwa, jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 0,58 persen dibanding tahun 2020 hingga mencapai 9,10 juta orang. Sehingga kita dapat ketahui bahwa pengangguran di Indonesia sudah benar-benar turun dibanding tahun lalu.
Kita tahu dan juga merasakan jika virus Covid-19 ini tidak memandang apa pun dalam penyebarannya, hingga ekonomi Indonesia pun terkena imbasnya. Masyarakat pun juga banyak yang terkena imbas akan virus Covid-19 ini, mereka yang harus terpaksa dipecat oleh perusahaan, pekerja yang terpaksa harus dirumahkan, ataupun jam kerja yang harus dikurangi agar minimnya interaksi antar manusia.
Kepala BPS pun melaporkan komponen dampak Covid-19 terhadap penduduk usia kerja di Indonesia pada tahun 2021. Menurut laporan, penduduk usia kerja terdampak Covid-19 di tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 7,8 persen dibanding tahun 2020 yang setara dengan 7,80 juta orang. Berikut merupakan komponen dampak Covid-19 terhadap penduduk usia kerja.
Pertama, pengangguran karena Covid-19 menurun sebesar 0,74 juta orang dibanding tahun lalu. Tampaknya, banyak pengangguran yang sudah mendapatkan pekerjaan meskipun negara masih terdampak oleh pandemi ini.
Komponen kedua, angkatan kerja yang kemudian menjadi bagian dari Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 tahun 2021 menurun sebesar 0,06 juta dibanding tahun sebelumnya. Sepertinya, tahun 2021 ini golongan Bukan Angkatan Kerja (BAK) jumlahnya lebih kecil daripada golongan angkatan kerja
Komponen ketiga yaitu, penduduk yang sementara tidak bekerja atau dirumahkan karena Covid-19 tahun 2021 menurun sebesar 0,38 juta orang dibanding tahun lalu. Kemungkinan besar, para pekerja sudah mulai bekerja di kantor atau perusahaan mereka melakukan sistem hybrid sehingga mengalami penurunan.
Komponen yang terakhir, bekerja dengan pengurangan jam kerja karena Covid-19 tahun 2021 juga mengalami penurunan seperti komponen lainnya, sebesar 0,38 juta orang dibanding tahun sebelumnya. Adanya pandemi ini membuat kita harus menjaga jarak dari orang lain dan mengurangi interaksi antar manusia. Jam kerja pegawai normalnya biasanya 7-8 jam per hari, kemudian harus dikurangi untuk mengurangi interaksi antar manusia. Hal ini tampaknya sudah berkurang di tahun 2021 yang ditandai para pekerja sudah bekerja normal sesuai jumlah jam kerja yang ditentukan.
Kemungkinan ekonomi kita di tahun 2021 sudah mulai kembali normal meskipun masih ada pandemi virus Covid-19 di sekitar kita. Pemerintah dan masyarakat sudah mulai bangkit dari keterpurukan ekonomi, serta mulai memperbaiki perekonomiannya. Kita pun mungkin dapat turut memperbaiki ekonomi kita dengan membangun usaha-usaha kecil atau sering disebut UMKM yang dapat membantu perekonomian Indonesia.

