Konten dari Pengguna
Badai Surya dan Kiamat Internet
20 Juli 2023 20:28 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Badai Surya dan Kiamat Internet
Beberapa waktu belakangan warganet sibuk membicarakan sebuah topik hangat terkait dunia maya—kiamat internet. Terus terang ini kedengarannya sangat serius. #userstoryDonny Syofyan
Tulisan dari Donny Syofyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa waktu belakangan warganet sibuk membicarakan sebuah topik hangat terkait dunia maya—kiamat internet. Ada peringatan tentang gangguan global pada tahun 2025 mendatang. Koneksi jaringan bisa terputus, situs web dapat macet dan platform media sosial menjadi offline. Terus terang ini kedengarannya sangat serius.
Sebuah makalah yang ditulis oleh seorang profesor ilmu komputer di University of California memprediksi bahwa kiamat internet tersebut terkait erat dengan matahari. Sang surya adalah sesuatu yang sangat indah di pagi yang cerah, tapi juga bisa menimbulkan masalah. Matahari terkadang melepaskan semburan energi yang sangat besar berbentuk suar surya (solar flare), medan elektromagnetik. Lalu di mana pelepasan ini berakhir? Ia melintasi tata surya, termasuk di bumi kita.
Pada tahun 2025 diprediksi badai matahari yang besar akan berlangsung. Kian besar badai yang terjadi, maka kian besar gangguan yang akan berlaku. Ketakutan utama bahwa kabel internet bakal terpengaruh, sesuatu yang amat mematikan. Sebab sekitar 99 persen komunikasi internasional dilakukan melalui kabel serat optik, dan kebanyakan adalah kabel bawah laut. Jika itu semua putus atau rusak, dunia akan kehilangan internet.
Pertanyaan yang tegas dan banyak diungkapkan banyak pihak adalah apakah ini pernah terjadi sebelumnya? Pernah, tapi tidak pada skala ini. Pada tahun 1859 ada badai matahari besar. Badai ini merusak dan membakar jaringan telegraf. Pada tahun 1989 badai matahari juga melumpuhkan jaringan listrik di Kanada selama berjam-jam. Pada tahun 2011 Tiongkok juga terkena badai matahari, mengganggu jaringan radio di kawasan selatan negara itu. Artinya, badai matahari memang pernah terjadi sebelumnya.
Lalu apa bedanya kali ini? Skala badai matahari pada tahun 2025 diprediksi mencapai apa yang disebut ‘maksimum surya’ (solar maximum). Ini adalah periode aktivitas tinggi yang berarti badai matahari bisa menjadi lebih kuat. Bisakah ini merontokkan internet? Sulit untuk dikatakan, kita belum menguji situasi ekstrem seperti itu. Infrastruktur kita boleh bertahan atau tumbang. Jika tumbang, maka akan ada kekacauan karena internet bukan hanya sekadar hobi bagi banyak orang tapi jutaan pekerjaan bergantung kepadanya.
Siapa yang mampu memastikan kiamat internet ini tidak terjadi? Tidak ada satu pun kabar atau pendapat dari NASA atau lembaga luar angkasa lainnya. Ada beberapa peringatan secara online tapi dianggap bohong. Tidak ada yang resmi. Mungkin para ilmuwan yakin hal-hal ini relatif terkendali melihat pengalaman mereka menangani peristiwa sebelumnya. Kita mungkin masih ingat para ahli masalah Y2K yakin komputer akan kolaps pada tahun 2000. Alasannya agak rumit. Sebagian besar program digital menggunakan dua digit terakhir untuk mengidentifikasi tahun, misalnya tahun 1942 hanya 42.
Tetapi tahun 2000 menghadirkan masalah; dua digit terakhir adalah nol nol. Apakah komputer akan membacanya sebagai dua ribu atau sembilan ratus? Kebingungan ini menghantui pakar komputer pada masa itu. Beberapa kalangan mengatakan kita membutuh 600 miliar dolar untuk memperbaikinya. Tetapi pada akhirnya tidak ada yang terjadi. Memang ada beberapa kesalahan kecil tetapi bukan perkara besar. Bisa jadi peringatan kiamat yang akan datang akan mengalami hal yang sama.
Bila Anda menonton banyak film Hollywood, Anda bisa saja jadi ragu. Badai matahari ditampilkan dalam banyak film, seperti Knowing yang menampilkan Nicholas Cage dan Solar Flare yang dirilis pada tahun 2009. Jika Anda pernah menonton film-film ini, Anda seharusnya sudah ketakutan.
Sayangnya Nicholas Cage tidak dapat membantu kita kali ini, hanya para ilmuwan yang bisa. Jika Anda memikirkannya, cerita ini juga merupakan cerminan dari zaman kita. Kita mendiskusikan sesuatu, yang mungkin atau bisa saja tidak terjadi, sesuatu yang dampaknya belum diketahui banyak orang.
Cermatilah betapa pentingnya internet bagi sekitar 5 miliar orang di seluruh dunia yang menggunakannya. Internet menyumbang 10 persen dari PDB global dan sangat mungkin menopang 90 persen sisanya. Jadi hidup tanpa internet bukanlah perkara mudah hari ini.
Itulah kenapa pemerintah dan ilmuwan harus siap memikirkan, menyiapkan dan menghadapi datangnya badai matahari dan pengaruhnya terhadap kiamat internet. Transformasi tidak dapat dilewati dengan cara-cara yang kebetulan.

