Konten dari Pengguna

Hand-Only CPR: Teknik Sepele yang Bisa Selamatkan Nyawa Saat Main di Pantai

Donny Nurhamsyah
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran
18 Juni 2025 17:02 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Hand-Only CPR: Teknik Sepele yang Bisa Selamatkan Nyawa Saat Main di Pantai
Dosen Keperawatan Gawat Darurat Unpad: Wisatawan cukup tahu cara minta bantuan dan Hand-Only CPR. Dua langkah ini bisa menyelamatkan nyawa saat darurat di pantai!
Donny Nurhamsyah
Tulisan dari Donny Nurhamsyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: Donny Nurhamsyah
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Donny Nurhamsyah
Liburan ke pantai seperti Pangandaran memang menyenangkan, berenang, bermain wisata air, atau sekadar duduk menikmati senja. Tapi tahukah Anda bahwa kejadian darurat bisa terjadi kapan saja? Tenggelam, serangan jantung, atau bahkan tersedak bisa terjadi secara tiba-tiba, dan jika tak ada yang segera menolong, nyawa bisa melayang hanya dalam hitungan menit.
Menurut Donny Nurhamsyah, Dosen Keperawatan Gawat Darurat dari Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, wisatawan tidak perlu jadi tenaga kesehatan untuk bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Yang penting tahu hal paling dasar: minta bantuan dan lakukan CPR sederhana (Hand-Only CPR).
AED seharusnya tersedia di lokasi wisata di Pangandaran seperti yang sudah diterapkan di Bandara. (Foto: Donny Nurhamsyah)
1. Cara Meminta Bantuan yang Benar:
2. Hand-Only CPR: Cukup Tekan Dada, Tanpa Napas Buatan
Bagi orang awam yang belum terlatih, Hand-Only CPR atau CPR tanpa napas buatan adalah metode paling mudah dan efektif.
Langkahnya sangat sederhana:
Kenapa Ini Penting Saat Wisata?
Di lokasi wisata seperti Pangandaran, akses ke rumah sakit atau tenaga kesehatan tidak selalu cepat. Maka, tindakan cepat dari orang awam bisa menjadi penentu hidup atau tidaknya korban.
Untuk itu, Donny sudah secara berkelanjutan melakukan kegiatan promosi kesehatan terkait penanganan kegawatdaruratan di Pangandaran melalui kegiatan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat dan penelitian. Donny juga mengembangkan sistem informasi geografis untuk mendorong adanya edukasi CPR sederhana di kawasan wisata yang berkelanjutan. Kegiatan pelatihan penanganan kegawatdaruratan kepada pengelola wisata seperti Balawista, Pengusaha ATV, Pedagang, dan masyarakat rutin dilakukan.
Trending Now