Konten dari Pengguna
Protein Mempercepat Penyembuhan Luka: Fakta Ilmiah yang Perlu Diketahui
21 Juni 2025 17:38 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Protein Mempercepat Penyembuhan Luka: Fakta Ilmiah yang Perlu Diketahui
Protein berperan penting dalam penyembuhan luka. Temuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa protein majemuk mampu mempercepat regenerasi jaringan dan menurunkan respon inflamasi.Donny Nurhamsyah
Tulisan dari Donny Nurhamsyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Penelitian terkini membuktikan bahwa protein majemuk tidak hanya membantu pembentukan jaringan baru, tapi juga mempercepat proses penyembuhan luka dan memperbaiki status gizi.

Ketika seseorang mengalami luka, baik karena kecelakaan, operasi, atau luka bakar, tubuh memerlukan โbahan bangunanโ utama untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Salah satu nutrisi kunci yang sangat dibutuhkan dalam proses ini adalah protein.
Dalam praktik keperawatan gawat darurat, kami sering menangani pasien dengan luka terbuka, luka tekan, hingga luka kompleks pasca-trauma. Salah satu aspek penting yang tak bisa kami abaikan adalah status gizi pasien, terutama asupan proteinnya.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh Frontiers in Nutrition (2022) menunjukkan bahwa pemberian protein majemuk secara signifikan mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan beberapa kelompok tikus yang diberi perlakuan berbeda: larutan garam, protein whey, hingga protein majemuk dalam dosis rendah dan tinggi. Hasilnya mengejutkan: kelompok yang menerima protein majemuk dosis tinggi menunjukkan peningkatan vaskularisasi, deposisi kolagen, dan epitelisasi yang jauh lebih baik.
Tidak hanya itu, penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa kelompok ini juga menunjukkan peningkatan kadar albumin, prealbumin, protein total, IGF-1, FGF-2, dan VEGF, serta penurunan zat inflamasi seperti IL-6 dan IL-8. Artinya, protein tidak hanya membantu memperbaiki jaringan, tetapi juga memodulasi sistem imun dan mempercepat transisi luka dari fase inflamasi ke fase proliferasi dan remodeling.
Sebagai dosen di bidang keperawatan kegawatdaruratan, saya menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan protein pasien, baik melalui makanan tinggi protein seperti telur, ayam, tahu, tempe, hingga suplemen yang disesuaikan. Perawat harus jeli dalam melakukan asesmen status gizi dan merancang intervensi nutrisi untuk mempercepat penyembuhan luka pada pasien.
Dalam konteks pelayanan keperawatan, pemahaman ini tidak hanya relevan untuk perawatan rumah sakit, tapi juga berdampak besar dalam perawatan pada level komunitas, pasien pasca-rawat inap, hingga edukasi pasien dan keluarga.
Jadi, jangan anggap sepele nutrisi saat luka. Protein adalah kunci penting agar luka cepat pulih dan tubuh kembali berfungsi optimal.

