Konten dari Pengguna

Kampanye Masuk Kampus

Dr Edy Purwo Saputro SE MSi
Dosen di Program Pascasarjana dan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta - Solo
29 Agustus 2023 22:18 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Kampanye Masuk Kampus
Kampanye masuk kampus menjadi peluang dan tantangan yang sangat menarik di era kekinian, terutama menjelang pesta demokrasi 2024 mendatang. #userstory
Dr Edy Purwo Saputro SE MSi
Tulisan dari Dr Edy Purwo Saputro SE MSi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kampanye di kampus. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kampanye di kampus. Foto: Thinkstock
Kampanye masuk kampus menjadi peluang dan tantangan yang sangat menarik di era kekinian, terutama menjelang pesta demokrasi 2024 mendatang. Di satu sisi kampus era now sangat identik dengan kalangan intelektual dan akademis sehingga memungkinkan untuk penyampaian debat yang cerdas, bukanlah sekadar debat kusir yang menjemukan dan terlihat pongah. Di sisi lain kampanye di kampus juga sangat memungkinkan untuk penyampaian gagasan cemerlang yang sekiranya bisa memberikan wacana secara lebih terbuka dibanding dengan kampanye terbuka.
Wacana kampanye di kampus secara tidak langsung juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berpikir ulang jika ingin berniat untuk golput. Betapa tidak, ancaman golput menjadi tantangan berat di era demokrasi, meskipun di sisi lain golput itu sendiri merupakan hak dan pilihan demokrasi.
Artinya, golput juga bisa dibenarkan selama ada ketidakpastian terhadap hasil demokrasi yang tidak memberikan perubahan signifikan bagi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran. Oleh karena itu, beralasan jika angka golput di mayoritas negara industri maju cenderung signifikan karena masyarakat lebih melek terhadap demokrasi dan perjuangan demokrasi itu sendiri.
Belajar bijak dari proses dan progres demokrasi, termasuk menuju pilpres 2024, maka tidak ada salahnya jika para kandidat petarung pilpres berani bertarung kampanye pada sejumlah kampus, terutama di sejumlah kampus ternama. Harapannya akan ada banyak masukan, kritikan dan mungkin cacian โ€“ cibiran ketika menyampaikan visi โ€“ misi โ€“ adu argumen di kampus.
Oleh karena itu tidak ada alasan bagi para kandidat petarung untuk melarikan diri dari tantangan untuk kampanye di kampus karena ini akan menjadi aura baru dalam kehidupan berdemokrasi di republik ini dan pastinya berharap ada tahapan yang lebih baik ke depannya, terutama mengacu perkembangan pendewasaan demokrasi
Harapan menarik dari kampanye di kampus adalah mereduksi ancaman golput terutama dari kalangan mahasiswa, terdidik, dan terpelajar. Hal ini bukan tidak beralasan karena ancaman golput cenderung semakin tinggi dan daya kritis dan nalar akademik kalangan mahasiswa tentu menjadi ancaman dibalik angka golput itu sendiri.
Oleh karena itu, hal utama untuk mereduksi golput dari kalangan mahasiswa yaitu masuk dan kampanye di dalam kampus. Artinya politik bukan hal yang haram untuk masuk ke kampus karena di kampus juga diajarkan bagaimana berpolitik yang santun.
Jadi, kampanye ke kampus di era now menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari modernitas kehidupan kampus. Hal ini juga menjadi catatan menarik karena kampus sejatinya tidak antipati terhadap fakta demokrasi sebab demokrasi juga menjadi warna dalam kehidupan kampus. Oleh karena itu, manfaatkan kampanye di kampus untuk membuka wacana kemerdekaan secara luas
Trending Now