Konten dari Pengguna
Hikmah Maulid Nabi Muhammad Terhadap Dunia Pendidikan
31 Agustus 2025 13:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Hikmah Maulid Nabi Muhammad Terhadap Dunia Pendidikan
Maulid Nabi Muhammad merupakan momentum untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam diri Nabi Muhammad.Eko Suryo Pranoto
Tulisan dari Eko Suryo Pranoto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Maulid Nabi Muhammad yang selalu kita rayakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal bukan hanya sekedar memperingati kelahiran seorang tokoh besar dalam sejarah, melainkan juga merupakan momentum untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam diri Nabi Muhammad, terutama nilai-nilai pendidikan yang beliau wariskan kepada umatnya. Dalam perspektif pendidikan, maulid Nabi menghadirkan banyak sekali hikmah yang bisa menjadi pedoman dalam membentuk karakter, akhlak, dan pola pikir generasi muda. Diantara hikmah Maulid Nabi Muhammad terhadap pendidikan adalah:
1. Keteladanan
Nabi Muhammad dikenal sebagai Uswatun Hasanah (teladan yang baik). Dalam dunia pendidikan, teladan guru sering kali lebih efektif daripada sekedar teori. Kisah kesabaran Nabi Muhammad dalam menghadapi kaumnnya yang selalu mencaci maki beliau, kejujuran beliau dalam berdagang, hingga kasih sayangnya terhadap anak-anak menjadi model pendidikan karakter yang nyata. Pendidikan sejatinya tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan nilai moral melalui keteladanan.
2. Akhlak Mulia
Jika dilihat, misi utama kerasulan Nabi Muhammad adalah menyempurnakan akhlak manusia. Pendidikan modern kerap kali focus pada kecerdasan intelektual, tetapi Maulid Nabi Muhammad mengingatkan kita bahwa kecerdasan moral jauh lebih penting. Nabi Muhammad juga mengajarkan kejujuran, empati, disiplin, dan tanggung jawab yang merupakan ruh dari pendidikan yang diwariskan oleh Nabi Muhammad.
3. Kasih Sayang
Dalam proses pendidikan, kasih sayang menjadi pondasi penting. Nabi Muhammad mendidik umatnya dengan penuh kelembutan. Beliau tidak pernah membentak, apalagi mempermalukan murid-muridnya. Dari Nabi Muhammad kita dapati bahwa pendidikan tidak akan berhasil tanpa dilandasi rasa cinta kepada murid. Guru yang penuh kasih sayang akan lebih mudah menyentuh hati dan pikiran murid.
4. Ilmu
Sejak wakyu pertama Iqra (bacalah) diturunkan, Islam menekankan pentingnya literasi dan pengetahuan. Maulid Nabi Muhammad menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah jalan utama membangun peradaban. Nabi Muhammad mendorong umatnya agar menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat, bahkan hingga ke negeri yang jauh. Dari kacamata pendidikan, pesan ini adalah dorongan yang kuat agar generasi muda terus belajar dan berpikir kritis.
5. Pendidikan Inklusif
Nabi Muhammad tidak pernah membeda-bedakan muridnya berdasarkan status sosial, suku, maupun gender. Semua orang berhak belajar. Inilah prinsip keadilan pendidikan yang sangat relevan di era pendidikan modern. Peringatan Maulid Nabi Muhammad mendorong kita membangun sistem pendidikan yang inklusif, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Akhirnya, Maulid Nabi Muhammad bukan sekedar seremonial, tetapi ruang refleksi bagi dunia pendidikan. Dari kisah hidup Nabi Muhammad, kita belajar bahwa pendidikan bukan hanya transfer ilmu, melainkan juga pembentukan akhlak, pembiasaan kasih sayang, dan peneguhan nilai keadilan. Bila pendidikan di Indonesia mampu meneladani cara Nabi Muhammad mendidik umatnya, maka lahirlah generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

