Konten dari Pengguna

Kualia: Pintu Rahasia Kesadaran

Ewia Putri
Seorang pimpinan lembaga PKBM kerinci dan juga anggota LHKP Muhammadiyah jambi
19 Oktober 2023 10:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Kualia: Pintu Rahasia Kesadaran
Sebagai masyarakat yang terus berkembang, memahami kesadaran tetap menjadi salah satu pertanyaan utama dalam filsafat dan sains. Chalmers mengingatkan kita untuk merenungkan perbedaan antara kesadaran
Ewia Putri
Tulisan dari Ewia Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
David Chalmers, seorang filsuf terkenal asal Australia, telah lama menjadi tokoh sentral dalam perdebatan intelektual mengenai kesadaran. Konsepnya mengenai "kualia" atau pengalaman subjektif dalam pikiran telah memicu pembahasan mendalam tentang sifat dasar kesadaran manusia. Mari kita menjelajahi pemikiran Chalmers dan memahami perumpamaan yang relevan dalam konteks zaman sekarang.
Mengenali David Chalmers
David Chalmers, yang lahir pada tahun 1966, terkenal karena mengusulkan perbedaan antara dua aspek kesadaran: kesadaran pikiran dan kesadaran pengalaman. Ia memandang bahwa sementara kita dapat menjelaskan banyak aspek berpikir melalui neurosains dan psikologi kognitif, kita masih belum dapat memahami mengapa dan bagaimana pengalaman subjektif itu muncul.
Chalmers mendeskripsikan ini sebagai "masalah kesadaran" yang menjadi tantangan utama dalam filsafat dan ilmu kognitif. Ia berpendapat bahwa kita dapat memahami semua aspek fisik otak dan proses kognitif yang terlibat dalam berpikir, namun tetap ada sesuatu yang kita sebut "kualia" yang tidak dapat dijelaskan dengan penjelasan fisik semata. Ini adalah perumpamaan yang menarik tentang kekompleksan kesadaran manusia.
Dalam era teknologi informasi dan revolusi sains, perumpamaan mengenai kesadaran dapat ditemukan dalam teknologi kecerdasan buatan (AI). Bagaimana AI memproses informasi dan mengambil keputusan adalah seperti menjelaskan kesadaran pikiran dalam Chalmers' terms. Mesin dapat melakukan tugas-tugas kompleks, seperti mengenali wajah, berbicara, atau mengemudi mobil sendiri, tetapi apakah mereka benar-benar "sadar"?
Mari kita lihat perbandingan ini dengan kendaraan otonom. Mobil otonom mungkin mampu mengemudi dan menghindari rintangan, tetapi mereka tidak memiliki pengalaman subjektif tentang apa yang mereka lakukan. Mereka tidak merasakan kegembiraan atau rasa bahaya. Dalam hal ini, kesadaran pengalaman dapat dianggap sebagai kualitas manusia yang sulit dimodelkan dalam AI.
David Chalmers menyarankan bahwa kita mungkin akan menghadapi kesulitan serupa ketika mencoba memahami aspek pengalaman subjektif dari kesadaran manusia. Meskipun kita dapat menjelaskan banyak hal tentang bagaimana pikiran berpikir, kita masih memiliki misteri dalam bentuk "kualia" yang perlu dijelaskan.
Kesimpulan
Memahami kesadaran bersama David Chalmers adalah perjalanan intelektual yang mendalam. Konsepnya tentang "kualia" menyoroti perbedaan antara kesadaran pikiran dan pengalaman subjektif. Dalam era teknologi canggih, kita dapat menemukan perumpamaan dalam bentuk AI yang mampu berpikir dan bertindak, tetapi masih belum memiliki kesadaran subjektif. Ini memberi kita pandangan tentang kompleksitas kesadaran manusia dan tantangan yang dihadapinya dalam memahaminya.
Sebagai masyarakat yang terus berkembang, memahami kesadaran tetap menjadi salah satu pertanyaan utama dalam filsafat dan sains. Chalmers mengingatkan kita untuk merenungkan perbedaan antara kesadaran pikiran dan pengalaman, mengingatkan kita bahwa di balik teknologi canggih, masih ada rahasia yang perlu diungkap dalam hati dan pikiran manusia.
sumber : dari aplikasi pinteres
Trending Now