Konten dari Pengguna
Napas Malam Khatulistiwa: Pontianak di Tepian Sungai Kapuas
6 Desember 2025 18:00 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Napas Malam Khatulistiwa: Pontianak di Tepian Sungai Kapuas
Waterfront, sotong pangkong, bubur pedas, es lidah buaya, & kopi khas. Paket komplit ramah kantong!Fahruddin Fitriya
Tulisan dari Fahruddin Fitriya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pontianak, kota yang dibelah oleh garis khatulistiwa, diam-diam punya alter ego saat matahari terbenam. Kehidupan malam di ibu kota Kalimantan Barat ini berdenyut di sepanjang Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia yang alirannya tenang banget—sampai-sampai kamu curiga dia lagi mode meditasi atau sedang scroll TikTok tanpa suara.
Suasananya menyajikan perpaduan unik antara ketenangan alam dan hiruk pikuk urban yang ramah banget; kamu mungkin bingung, ini kota apa posko ramah tamah? Malam di Pontianak adalah perpaduan sempurna antara slow life ala kampung halaman dan excitement ala kota yang melek 24 jam.
Waterfront: Basecamp Wajib Cari Angin Segar
Jantung kehidupan malam Pontianak berdetak kencang di kawasan tepian sungai, khususnya di sekitar Taman Alun-Alun Kapuas. Area ini ibarat basecamp wajib bagi semua kalangan, dari ABG yang kasmaran sampai opa-oma yang cari angin malam—mungkin karena AC di rumah lagi irit listrik.
Saat gelap tiba, Alun-Alun Kapuas bermandikan cahaya lampu warna-warni dari air mancur yang menawan, menciptakan suasana yang romantis dan hidup. Pas banget buat kamu yang lagi kasmaran atau sekadar menikmati keindahan malam sambil meratapi nasib jomblo.
Kamu bisa duduk manis di bangku taman, menikmati semilir angin malam yang sejuknya pas, nggak overpower kayak mantanmu dulu. Pemandangannya? Perahu-perahu kecil alias ‘klotok’ yang hilir mudik dengan lampu hias unik di atas air, seolah mereka juga tahu kalau malam-malam begini harus tampil aesthetic.
Momen ini sempurna buat kamu yang butuh jeda dari drama kehidupan, atau buat yang mau update status Instagram: "Lagi santuy di Pontianak, kamu kapan nyusul? #kodekeras".
Petualangan Kuliner: Kalap Sampai Lupa Diri
Menikmati malam di Pontianak tanpa wisata kuliner itu ibarat nonton konser tanpa sound system. Hambar! Kawasan pinggir sungai ini adalah surga duniawi bagi para foodies. Siapkan perutmu untuk digempur kenikmatan khas:
Sotong Pangkong;
Sotong kering yang dipukul-pukul (dipangkoong) sampai gepeng, dibakar, terus dicocol sambal kacang atau terasi khas Kota Pontianak yang pedasnya bikin nagih. Warning; gigimu mungkin butuh perjuangan ekstra, tapi rasanya worth it! Latih dulu otot rahangmu sebelum makan ini, ya!
Bubur Pedas (Bubbor Paddas);
Jangan tertipu namanya. Makanan khas Kota Pontianak yang satu ini rasanya gurih, kaya rempah, dan sama sekali nggak sepedas omongan netizen. Cocok buat menghangatkan badan di tengah semilir angin malam di tepian Sungai Kapuas.
Aneka Seafood Bakar;
Karena kita dekat sungai, ikan dan udangnya segar-segar, guys! Dibakar dengan bumbu rahasia Kalimantan Barat, rasanya juara satu tanpa perlu banding-bandingkan dengan masakan mantan.
Banyak warung makan di sepanjang sungai yang buka sampai tengah malam. Makan enak sambil lihat perahu lewat? C’est la vie!
Pelepas Dahaga Khas Pontianak: Es Lidah Buaya
Setelah kenyang makan berat, Pontianak punya jagoan minuman yang wajib kamu coba; Es Lidah Buaya. Di kota khatulistiwa yang kadang panasnya nggak kira-kira, minuman ini ibarat oase di padang pasir.
Potongan gel lidah buaya yang kenyal dan lembut disajikan dengan sirup segar (biasanya leci atau pandan) dan es batu. Rasanya manis, teksturnya unik, dan yang paling penting, berkhasiat banget buat kesehatan! Minuman ini ramah pencernaan dan bikin badan auto sejuk, siap melanjutkan petualangan malam.
Kenikmatan Kopi: Kafein Sampai Melek
Budaya ‘ngopi’ di Pontianak sudah sangat mengakar dan mendarah daging, bahkan kota ini dijuluki ‘Kota 1001 Warung Kopi’. Salah satu warung kopi (warkop) legendaris yang jadi tempat nongkrong lintas generasi—Warung Kopi Asiang, mungkin lebih happening pagi atau sore hari, tapi banyak kafe dan warkop lain di sekitar kota yang tetap hidup sampai kamu ngantuk.
Kopi Pontianak itu strong, diracik dengan cita rasa khas yang nendang. Disajikan dengan susu kental manis, rasanya manis legit. Pasangannya? Wajib coba roti srikaya yang selainya lumer di mulut dan bikin ketagihan, mirip kayak janji manis gebetan.
Dari kerlip lampu yang bikin mata silau (dikit) sampai kehangatan secangkir kopi khas yang bikin melek, malam di Pontianak itu paket komplit. Ini kota yang ramah kantong, ramah perut, dan ramah hati. Tunggu apa lagi? Agendakan liburanmu ke Kota Khatulistiwa!

