Konten dari Pengguna
Menepi Sejenak di Gunung Papandayan: Surga Edelweis dan Ketenangan di Garut
13 November 2025 7:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Menepi Sejenak di Gunung Papandayan: Surga Edelweis dan Ketenangan di Garut
Menepi sejenak di Gunung Papandayan, Garut. Nikmati hamparan edelweiss, kawah aktif, dan udara sejuk pegunungan yang menenangkan. Tempat ideal untuk healing dan menemukan arti tenang. #userstoryFajar Umaryana
Tulisan dari Fajar Umaryana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah padatnya rutinitas dan hiruk-pikuk kehidupan kota, banyak orang mencari tempat untuk menenangkan diri. Tak perlu jauh-jauh ke pantai atau kafe kekinian, Garut, Jawa Barat menawarkan destinasi alam yang memiliki kedamaian sejati: Gunung Papandayan.
Gunung setinggi 2.665 mdpl ini berjarak sekitar 3 jam perjalanan dari Bandung dan menjadi pilihan ideal bagi pendaki pemula. Jalurnya relatif landai, tapi pemandangan alamnya luar biasa. Di sepanjang perjalanan, kamu akan melewati Kawah Papandayan yang mengeluarkan uap panas, kabut yang turun pelan, dan semilir angin dingin yang membuat suasana terasa damai.
Gunung Papandayan terkenal dengan beberapa kawah aktifnya, seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Masing-masing memiliki daya tarik tersendiri, menampilkan kekuatan alam yang menakjubkan sekaligus indah untuk dinikmati dari kejauhan.
Salah satu spot paling ikonik adalah Padang Edelweis Tegal Alun, hamparan bunga abadi yang hanya tumbuh di dataran tinggi tertentu. Saat musim kemarau tiba, padang ini berubah menjadi lautan putih keemasan yang menakjubkanβseolah kamu sedang berada di negeri di atas awan. Tak jauh dari situ, terdapat Hutan Mati, area bekas letusan gunung yang kini menjadi spot foto favorit para pendaki. Pohon-pohon kering yang berdiri kokoh di tengah kabut menciptakan suasana misterius, tetapi memikat.
Selain keindahan kawah dan padang edelweis, Gunung Papandayan juga memiliki pemandian air panas alami yang mengalir langsung dari sumber belerang. Suhu hangat airnya menjadi penawar sempurna setelah lelah treking.
Bagi kamu yang ingin bermalam, Camp Ground Papandayan menawarkan camping area dengan panorama langit malam yang menakjubkan. Duduk di depan tenda sambil menyeruput kopi hangat di bawah langit berbintang jadi momen sederhana yang tak terlupakan.
Pagi hari adalah waktu terbaik menikmati keindahan Gunung Papandayan. Ketika kabut perlahan menghilang dan sinar matahari pertama menembus pepohonan, pemandangan yang tersaji benar-benar magis. Banyak pendaki yang menganggap momen ini sebagai pengalaman spiritual seolah alam sedang mengajarkan arti tenang dan syukur. Ada beberapa informasi untuk kamu yang berminat datang ke Gunung Papandayan.
β’ Lokasi: Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat;
β’ Ketinggian: 2.665 meter di atas permukaan laut;
β’ Tiket Masuk:
o Weekday: Rp 20.000;
o Weekend: Rp 30.000;
β’ Jam Operasional: 07.00β17.00 WIB;
β’ Fasilitas: Camping area, pemandian air panas, warung, dan jalur pendakian terawat;
β’ Rute: Dari Garut Kota menuju Cisurupan, lalu ke pos pendakian Camp David.
Gunung Papandayan bukan sekadar destinasi wisata alam di Garut. Ia adalah tempat di mana waktu berjalan lebih pelan di mana kabut dan angin seolah bersekongkol menciptakan ketenangan yang tak bisa ditemukan di tengah bisingnya kota.
Banyak orang datang ke sini untuk mendaki, berfoto, atau sekadar berkemah. Namun tanpa disadari, Papandayan memberi lebih dari itu: ia memberi ruang bagi siapa pun untuk diam, merenung, dan berdamai dengan diri sendiri.
Ketika matahari terbit di balik lereng gunung dan sinarnya menyapu kabut pagi, kamu akan paham bahwa ketenangan bukan hal yang harus dicari jauh-jauh. Kadang, ia hanya menunggu di pelukan alam; di tempat sederhana bernama Gunung Papandayan.

