Konten dari Pengguna

Mengupas Dampak Media Sosial Terhadap Interaksi Anak Usia Sekolah Dasar

Fibrie Razika Sefara
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta
6 Oktober 2025 16:00 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mengupas Dampak Media Sosial Terhadap Interaksi Anak Usia Sekolah Dasar
Tulisan ini berisi tentang dampak dari media sosial terhadap interaksi anak usia sekolah dasar, dan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan aktivitas anaknya dalam bermedia sosial.
Fibrie Razika Sefara
Tulisan dari Fibrie Razika Sefara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi media sosial Facebook dan Instagram. Foto: Koshiro K/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi media sosial Facebook dan Instagram. Foto: Koshiro K/Shutterstock
Media sosial merupakan platform online yang dikemas dalam bentuk aplikasi yang berfungsi sebagai alat untuk mengakses internet secara daring. Media sosial juga berfungsi sebagai sarana komunikasi, interaksi, dan juga berbagi informasi dengan pengguna lainnya dengan cangkupan jangkauan yang luas. Media sosial sekarang ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari untuk semua orang saling berinteraksi. Bahkan banyak anak yang masih di tingkat sekolah dasar sudah memiliki dan menggunakannya.
Hal ini akan membuahkan hasil positif jika media sosial digunakan dengan benar dan sesuai kebutuhan. Media sosial bisa menjadi sarana belajar, berekspresi, dan berinteraksi sosial. Namun sebaliknya, jika terlalu sering menggunakannya, media sosial justru membawa dampak negatif bagi anak-anak, terlebih lagi terhadap proses sosialisasi dengan teman sebaya serta berpengaruh juga terhadap tumbuh kembangnya.
Sebagai orang tua, guru, dan anggota masyarakat, penting sekali untuk memahami fenomena ini dan menemukan jalan keluar terbaik agar anak-anak tingkat SD dapat mengakses media sosial dengan bijak. Kemajuan media sosial yang sangat pesat pada saat ini, selaras dengan fase di mana anak-anak condong mempunyai rasa penasaran yang besar, maka dari itu lewat media sosial anak dapat mengungkapkan isi pikirannya bahkan segala hal yang dia ingin ketahui.
Sudah seharusnya penggunaan Media Sosial oleh anak-anak diawasi dan dibimbing oleh orang yang lebih tua agar anak-anak tidak tenggelam ke dalam hal-hal yang negatif.
Gambar Ilustrasi aplikasi media sosial (sumber: https://pixabay.com/id/photos/media-media-sosial-aplikasi-998990/).

Dampak Negatif dari Media Sosial Terhadap Interaksi Anak Sekolah Dasar

Anak-anak yang terlalu sering menggunakan media sosial akan cenderung lebih suka berinteraksi secara digital atau online dari pada bertatap muka. Hal ini membuat kemampuan berkomunikasi secara langsung mereka menjadi menurun dan kesulitan untuk beradaptasi dalam interaksi sosial di dunia nyata.
Penggunaan media sosial yang berlebihan juga berisiko menimbulkan dampak negatif yakni masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan rendahnya rasa percaya diri. Anak bisa merasa kurang percaya diri dan rendah diri karena sering membandingkan dirinya dengan orang lain di media sosial. Selain itu, penggunaan media sosial yang tidak terbatasi bisa menyebabkan perilaku agresif dan impulsif.
Anak juga bisa terpapar konten negatif seperti kekerasan, pornografi, berita palsu, perundungan siber, dan penyesatan tentang tubuh. Hal ini dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku anak, sehingga mereka mudah menyimpang dari norma sosial.
Penggunaan media sosial yang terlalu lama bisa membuat anak kehilangan fokus pada belajar dan tugas sekolah. Akibatnya, konsentrasi belajar dan produktivitas mereka menurun. Serta anak juga bisa menjadi malas dan terlalu bergantung pada perangkat digital, sehingga menghambat pembentukan keterampilan sosial langsung dan perkembangan karakter yang sehat.

Dampak Positif Media Sosial Terhadap Interaksi Anak Sekolah Dasar

Gambar ilustrasi peran pengawasan orang tua terhadap aktivitas anaknya dalam bermedia sosial (sumber: Foto oleh Ketut Subiyanto https://www.pexels.com/id-id/foto/cinta-kasih-rasa-sayang-wanita-4474032/)
Media sosial ternyata tidak selalu buruk untuk anak-anak, tetapi juga memiliki banyak dampak positif yang dapat membantu perkembangan mereka.
Pertama, media sosial memungkinkan anak-anak untuk tetap terkoneksi dengan teman-teman dan keluarga meski sedang tidak bertemu langsung. Mereka dapat berbagi cerita, foto, dan video, sehingga hubungan sosial menjadi tetap harmonis dan bahkan bisa menambah relasi yang lebih luas.
Kedua, media sosial juga menjadi sumber informasi dan pengetahuan yang mudah diakses. Anak-anak bisa belajar banyak hal dari video tutorial, artikel, dan berbagai konten edukatif yang tersedia. Ini tentu membantu mereka memahami pelajaran atau mengembangkan minat baru dengan cara yang menyenangkan.
Dan yang ketiga, media sosial juga mendukung pengembangan kreativitas anak. Misalnya, lewat pembuatan video, menggambar digital, atau menulis cerita yang kemudian dibagikan secara online. Ini memberi ruang bagi anak untuk berekspresi dan mengasah keterampilan baru yang berguna untuk masa depan.
Selain itu, media sosial mempermudah kolaborasi dan kerja sama dalam belajar. Banyak anak sekarang yang mengikuti grup belajar secara online seperti di WhatsApp atau Telegram untuk bertukar informasi dan saling membantu mengerjakan tugas sekolah. Hal ini juga akan sangat menguntungkan bagi aspek kemajuan pendidikan.
Namun tentu saja, semua manfaat ini akan maksimal jika anak mendapat bimbingan dan pengawasan dari orang tua serta guru agar pemakaian media sosial tetap sehat, terhindar dari hal buruk, dan produktif.
Trending Now