Konten dari Pengguna

Gugurnya Reno Anjing K9 saat Operasi SAR: Pentingkah Peran Dokter Hewan?

Firda Maharani
Mahasiswa aktif Kedokteran Hewan Universitas Airlangga
10 Desember 2025 16:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Gugurnya Reno Anjing K9 saat Operasi SAR: Pentingkah Peran Dokter Hewan?
Gugurnya Reno Anjing K9 saat Operasi SAR: Pentingkah peran dokter hewan? Kasus gugurnya Reno—Anjing K9 dalam operasi SAR—menyoroti lemahnya perlindungan medis bagi hewan pekerja. #userstory
Firda Maharani
Tulisan dari Firda Maharani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Reno, Anjing K9 Polri yang mati dalam tugas. Foto: Instagram/ @baharkam_polri
zoom-in-whitePerbesar
Reno, Anjing K9 Polri yang mati dalam tugas. Foto: Instagram/ @baharkam_polri
Kematian Reno—anjing K9 Polda Riau yang gugur saat operasi pencarian korban bencana di Sumatera Barat—memunculkan perhatian publik sekaligus kritik terhadap prosedur keselamatan hewan pekerja di Indonesia.
Rekaman lapangan yang beredar menunjukkan Reno dalam kondisi kelelahan ekstrem sebelum akhirnya dinyatakan gugur, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem dalam memberikan perlindungan medis yang memadai bagi anjing SAR.
Pada operasi pencarian, anjing K9 menghadapi beban kerja yang jauh lebih berat dibandingkan anjing non-pekerja. Mereka terpapar suhu tinggi, medan tidak stabil, debu yang mengganggu pernapasan, serta dituntut untuk bergerak cepat dalam durasi panjang.
Reno, Anjing K9 Polri yang mati dalam tugas. Foto: Instagram/ @baharkam_polri
Risiko heat stress, dehidrasi, gangguan pernapasan, hingga kolaps meningkat berkali-kali lipat, terutama ketika anjing yang ditugaskan sudah memasuki usia senior. Secara fisiologis, anjing yang lebih tua memiliki toleransi panas lebih rendah, pemulihan lebih lambat, dan daya tahan organ menurun, sehingga membutuhkan pemantauan medis yang lebih intensif.
Pada kasus ini, keberadaan dokter hewan dan veterinary team seharusnya menjadi bagian wajib dalam operasi SAR. Hewan tidak dapat menyampaikan bahwa mereka membutuhkan istirahat atau mengalami penurunan kondisi fisik.
Tantangan ini semakin besar pada anjing pekerja terlatih seperti K9 karena insting kerja membuat mereka cenderung menyembunyikan tanda kelelahan dan terus mengikuti perintah yang diberikan. Karena itu, penilaian kondisi fisiologis tidak dapat hanya bergantung pada pengamatan handler, tetapi juga membutuhkan pengawasan profesional oleh dokter hewan.
Seorang dokter hewan memeriksa seekor singa putih yang baru lahir di Kebun Binatang Las Delicias di Maracay, negara bagian Aragua, Venezuela, Senin (1/12/2025). Foto: Jacinto OLIVEROS / AFP
Kasus Reno memperlihatkan adanya celah sistemik: tidak terlihat adanya pendampingan dokter hewan selama operasi berlangsung. Padahal, standar internasional—seperti FEMA K9 di Amerika Serikat atau Red Cross K9 Deployment—mewajibkan kehadiran dokter hewan dalam setiap penugasan.
Dalam sistem FEMA, anjing SAR menjalani pemeriksaan pra-tugas, pemantauan vital selama bertugas, dan evaluasi kesehatan setelah operasi. Tanda awal overheating atau perubahan respirasi dapat dikenali lebih dini melalui pemeriksaan medis, sehingga tindakan cepat seperti pendinginan tubuh atau pemberian oksigen dapat dilakukan untuk mencegah kondisi fatal.
Ketiadaan dokter hewan dalam operasi yang dilakukan Reno menunjukkan celah serius dalam SOP penggunaan K9. Tanpa dukungan tenaga veteriner, keputusan terkait kelayakan tugas sepenuhnya bergantung pada intuisi handler, bukan evaluasi medis yang objektif.
Pemakaman Reno, Anjing K-9 milik Polda Riau yang gugur dalam tugas. Foto: Dok. Polda Riau
Tanpa tim medis, tidak ada pemantauan vital, batasan kerja yang terukur, penjadwalan istirahat yang sesuai, maupun penanganan darurat saat tanda awal heat stress muncul. Situasi ini menegaskan perlunya pembaruan SOP yang mewajibkan kehadiran dokter hewan dalam setiap operasi K9, terutama pada penugasan berisiko tinggi.
Selain aspek keselamatan, keterlibatan dokter hewan juga berkaitan dengan prinsip animal welfare. Hewan pekerja tetap berhak atas perlindungan fisik dan mental. Evaluasi beban kerja, durasi pencarian, pemberian istirahat, serta adaptasi lingkungan adalah bagian dari etika profesional yang membutuhkan pengetahuan medis.
Karena itu, penting bagi lembaga terkait untuk memperkuat regulasi dan memastikan setiap anjing K9 mendapatkan perlindungan kesehatan yang layak saat bertugas. Dengan pemantauan medis yang terstandar, risiko cedera dan kematian dapat diminimalkan, sementara efektivitas operasi tetap terjaga. Mereka bekerja tanpa suara, sehingga manusialah yang harus memastikan keselamatan mereka.
Trending Now