Konten dari Pengguna

Kritik Sosial Atas Sistem Kesehatan di Amerika Serikat Lewat Sastra

Frisca Alexandra
Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mulawarman
22 Juli 2025 18:06 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Kritik Sosial Atas Sistem Kesehatan di Amerika Serikat Lewat Sastra
Tulisan ini mengupas kritik sosial terhadap sistem kesehatan Amerika Serikat melalui novel Monster Kepala Seribu karya Laura Santullo, yang mencerminkan ketimpangan dan kekuasaan dalam layanan medis.
Frisca Alexandra
Tulisan dari Frisca Alexandra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Novel Monster Kepala Seribu (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Novel Monster Kepala Seribu (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)
Pada tahun 2016, Penulis asal Uruguay, Laura Santullo menerbitkan novel berjudul “Monster Kepala Seribu” (El monstruo de mil cabezas). Sebuah karya fiksi, mengisahkan perjuangan seorang istri yang suaminya sedang sekarat akibat kanker namun sang suami tidak mendapatkan pengobatan yang layak karena mendapatkan penolakan dari perusahaan asuransi. Susan Bonet, tokoh utama dalam novel ini berjuang untuk menemui para petinggi perusahaan asuransi Alta Salud. Bonet berusaha meyakinkan para petinggi perusahaan asuransi tersebut untuk mengubah keputusan mereka dan mencairkan dana polis asuransi agar sang suami bisa mendapatkan kesempatan bertahan hidup dari penyakit kanker yang dideritanya. Namun ketidakpedulian birokrasi terhadap hidup suaminya, memaksanya untuk mengambil tindakan ekstrim sebagai bentuk protes.
Kisah ini tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga menggugah kesadaran tentang bagaimana sistem yang terlihat “resmi” dan “rasional” ternyata bisa menjadi tidak manusiawi. Ketika asuransi kesehatan lebih mementingkan laba ketimbang etis, kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: siapa sebenarnya yang dilindungi oleh sistem?
Kisah dalam novel ini membuat penulis teringat pada kasus Luigi Mangione. Seorang pemuda yang pada Desember 2024 silam ditangkap karena terbukti melakukan penembakan terhadap bos Asuransi Kesehatan United Healthcare di Amerika Serikat. Mangione melakukan aksinya karena merasa kecewa terhadap perusahaan asuransi terbesar di Amerika tersebut. Ada beberapa hal yang menarik dalam kasus Mangione, pertama, peluru yang ia lesatkan berisi tulisan “Delay, Deny and Depose”. Rangkaian kata ini dikaitkan oleh media Amerika Serikat dengan buku karya Jay Feinman yang berisi kritik terhadap praktik perusahaan asuransi dengan judul “Delay Deny Defend: Why Insurance Companies Don’t Pay Claims and What You Can Do About It”.
Kedua, opini masyarakat Amerika terbelah dalam menyikapi kasus Mangione. Banyak yang mengecam tindakan Mangione namun tidak sedikit pula yang memberikan dukungan terhadap Mangione. Ada sejumlah alasan mengapa opini masyarakat Amerika menjadi terbelah, selain karena rasa empati terhadap korban akibat sistem asuransi kesehatan di Amerika Serikat, dukungan tersebut juga merupakan bentuk luapan kekecewaan warga Amerika Serikat terhadap sistem kesehatan yang buruk. Banyak warga Amerika Serikat yang merasakan kekecewaan terpendam terhadap sistem perawatan kesehatan di negara tersebut, mulai dari birokrasi yang kompleks hingga perusahaan asuransi yang hanya berfokus mencari laba. Untuk memahami mengapa sistem ini menimbulkan begitu banyak kekecewaan, kita perlu memahami bagaimana sistem kesehatan Amerika Serikat bekerja, terutama peran dominan perusahaan asuransi dalam menentukan akses terhadap layanan medis.
Sistem kesehatan di Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu sistem paling mahal dan paling terfragmentasi di dunia. Berbeda dengan banyak negara maju yang menerapkan sistem jaminan kesehatan universal berbasis negara, sistem di AS sangat bergantung pada mekanisme pasar dan perusahaan asuransi swasta. Warga Amerika pada umumnya memperoleh asuransi kesehatan melalui skema kerja (employer-sponsored insurance) atau membelinya secara mandiri melalui pasar asuransi. Sementara itu, program bantuan pemerintah seperti Medicare hanya mencakup warga lanjut usia dan penyandang disabilitas, dan Medicaid diperuntukkan bagi mereka yang tergolong berpenghasilan sangat rendah, dengan kriteria yang berbeda-beda antar negara bagian (Centers for Medicare & Medicaid Services, 2024).
Dalam sistem ini, perusahaan asuransi memegang peran kunci dalam menentukan apakah suatu pengobatan dapat diakses atau tidak, melalui praktik seleksi risiko, pembatasan manfaat, serta prosedur administratif yang rumit. Tidak jarang, klaim ditolak atas dasar teknis, penundaan administratif, atau interpretasi kebijakan yang menguntungkan perusahaan, bukan pasien (Feinman, 2010). Jay Feinman dalam bukunya Delay, Deny, Defend menjelaskan bahwa banyak perusahaan asuransi di AS menerapkan strategi sistematis untuk menunda, menolak, atau memperumit proses pembayaran klaim guna memaksimalkan keuntungan, bahkan dengan mengorbankan hak-hak pasien.
Akibatnya, akses terhadap layanan kesehatan sangat ditentukan oleh status asuransi seseorang, bukan semata kebutuhan medisnya. Fenomena ini tidak hanya menciptakan ketimpangan dalam layanan kesehatan, tetapi juga menghasilkan ketidakpuasan dan kekecewaan publik yang meluas, seperti yang tercermin dalam kisah Luigi Mangione.
Kisah fiksi Susan Bonet dan kenyataan tragis Luigi Mangione pada dasarnya menguak satu hal yang sama, bahwa sistem kesehatan tidak netral. Ia dibentuk oleh kepentingan, dikendalikan oleh struktur kekuasaan ekonomi, dan sering kali lebih berpihak pada logika pasar ketimbang kehidupan manusia. Dalam konteks Amerika Serikat, dominasi perusahaan asuransi telah menciptakan realitas di mana akses terhadap layanan kesehatan ditentukan bukan oleh kebutuhan medis, tetapi oleh status keuangan dan kepemilikan polis.
Di sinilah kekuatan sastra seperti karya Laura Santullo menjadi penting. Ia tidak hanya menyuarakan penderitaan, tetapi juga mengajak pembaca untuk memahami bahwa kebijakan publik tidak pernah bebas nilai dan bahwa di balik sistem yang tampak rasional, terkadang tersembunyi kekerasan yang tidak kasat mata. Membaca novel Monster Kepala Seribu bukan sekadar menyelami cerita tentang cinta dan kehilangan, tetapi juga merenungi bagaimana struktur sosial dan politik dapat membentuk nasib manusia. Dan barangkali, dari pembacaan semacam inilah kita bisa mulai menggugat sistem yang terlalu lama dibiarkan berjalan tanpa empati.
Referensi:
Centers for Medicare & Medicaid Services (CMS). (2024). Medicare & Medicaid at a Glance. Retrieved from: https://www.cms.gov
Feinman, J. (2010). Delay, Deny, Defend: Why Insurance Companies Don’t Pay Claims and What You Can Do About It. Penguin Group.
Trending Now