Konten dari Pengguna
Podcast dan Media Streaming sebagai Instrumen Baru Pendidikan Islam di Era 5.0
18 Oktober 2025 18:00 WIB
ยท
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Podcast dan Media Streaming sebagai Instrumen Baru Pendidikan Islam di Era 5.0
Tulisan ini membahas bagaimana podcast dan media streaming menjadi sarana baru dalam pendidikan dan dakwah Islam di era digital.Addiina Raihan Hamas
Tulisan dari Addiina Raihan Hamas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi masyarakat modern. Internet, media sosial, dan berbagai platform digital seperti podcast serta media streaming, menjadikan informasi keagamaan semakin mudah diakses dan disebarluaskan.
Fenomena ini menandai pergeseran dari metode dakwah konvensional seperti ceramah di masjid atau majelis taklim menuju dakwah digital yang bersifat interaktif, fleksibel, dan lintas batas geografis. Dakwah kini tidak lagi terbatas ruang dan waktu, melainkan dapat menjangkau masyarakat secara global melalui perangkat digital di genggaman tangan.
Dakwah Islam dan Adaptasi Zaman
Transformasi ini menunjukkan bahwa penyiaran Islam harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar pesan keislaman tetap relevan, khususnya bagi generasi muda. Dalam konteks pendidikan Islam, media digital menawarkan peluang baru untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan gaya komunikasi yang lebih modern.
Podcast dan media streaming menjadi solusi dakwah yang dikemas secara menarik dan kontekstual, namun tetap menjaga kedalaman substansi ajaran Islam. Pemanfaatan teknologi digital kini bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi bagian penting dari strategi pendidikan dan dakwah Islam di era revolusi industri 5.0.
Apa Itu Podcast dan Media Streaming?
Podcast merupakan media digital berbasis audio yang memungkinkan pendengar mengakses rekaman secara daring maupun luring. Berry (2006) mendefinisikan podcast sebagai โa form of online media that allows users to download or stream audio content through subscription and playback on portable devicesโ. Format podcast memungkinkan percakapan lebih reflektif, personal, dan tematik sangat cocok untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan pendekatan yang lebih membumi.
Sementara itu, media streaming adalah distribusi konten audio atau video secara langsung melalui internet tanpa harus diunduh terlebih dahulu. Zhang dan Liu (2019) menyebut streaming sebagai โcontinuous transmission of multimedia data that allows immediate playback while the remaining data is being transmittedโ. Contohnya seperti kajian live di YouTube, TikTok Live, Instagram Live, hingga Zoom.
Kedua media ini telah menjadi sarana efektif dalam penyebaran dakwah, karena menyatukan fleksibilitas, aksesibilitas, dan kekuatan audiovisual dalam menyampaikan nilai-nilai Islam.
Peran Strategis dalam Pendidikan Islam
Podcast dan media streaming bukan hanya alat hiburan, melainkan telah menjadi bagian dari ekosistem edutainmentโedukasi yang dibungkus dengan hiburan. Formatnya menarik minat generasi muda yang cenderung menyukai pendekatan ringan, visual, dan naratif.
Rahman (2021) mencatat bahwa podcast dapat menjadi media dakwah edukatif karena memungkinkan penyampaian materi keislaman secara santai, namun tetap sarat makna. Format percakapan, kisah hidup, atau refleksi spiritual menjadikan dakwah lebih mudah diterima tanpa terkesan menggurui.
Media streaming juga memperluas ruang pembelajaran menjadi dua arah. Kajian dan perkuliahan bisa berlangsung interaktif melalui Zoom, YouTube Live, atau platform lainnya, memungkinkan peserta bertanya langsung kepada narasumber. Ini sesuai dengan prinsip taโlim dan tabligh dalam Islam, yakni menyampaikan ilmu dengan cara yang efektif dan inklusif.
Lebih dari itu, podcast dan streaming berkontribusi membentuk karakter Islami generasi muda melalui narasi yang menggugah dan konten bernilai moral.
Peluang dan Tantangan Dakwah Digital
Pemanfaatan media digital menghadirkan peluang besar untuk mendekatkan ajaran Islam dengan kehidupan generasi muda. Platform seperti Spotify, YouTube, dan berbagai aplikasi live streaming dapat menjangkau audiens lintas usia dan lintas negara.
Namun, di balik peluang besar, terdapat tantangan signifikan. Rendahnya literasi digital keagamaan membuat sebagian masyarakat rentan terhadap konten tidak kredibel atau bahkan menyesatkan. Komersialisasi dakwah dan orientasi terhadap popularitas juga dapat mengaburkan esensi ajaran Islam.
Untuk itu, diperlukan kurasi dan pengawasan konten agar nilai-nilai yang disampaikan tetap berlandaskan al-Qurโan, sunah, dan etika komunikasi Islami. Dai dan pendidik harus tetap menjaga integritas ilmiah sekaligus menguasai teknik komunikasi modern.
Strategi Optimalisasi Podcast dan Streaming
Agar podcast dan streaming berperan maksimal dalam pendidikan Islam, dibutuhkan strategi yang sistematis:
Peningkatan literasi digital bagi dai dan pendidik, terutama dalam produksi konten yang menarik namun tidak kehilangan nilai keilmuan dan keislaman.
Kolaborasi antara lembaga pendidikan Islam dan kreator digital untuk menciptakan konten berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan.
Sistem kurasi dan pengawasan konten agar materi yang disajikan tidak hanya informatif, tetapi juga membentuk akhlak dan pemahaman Islam yang moderat.
Salah satu contoh keberhasilan dakwah digital adalah OnePath Podcast, program unggulan dari OnePath Network yang berbasis di Australia. Lewat kanal YouTube mereka, OnePath menyajikan episode podcast dengan pembahasan isu-isu keislaman secara mendalam dan kontekstual.
Ulama dan tokoh Muslim ternama seperti Mufti Menk, Dr. Haifaa Younis, dan Dr. Sajid Umar turut hadir membahas tema seputar akhlak, keluarga, iman, hingga tantangan hidup sebagai Muslim di era modern. Konten mereka dikemas profesional, mudah dipahami, dan sangat digemari oleh generasi muda Muslim di berbagai belahan dunia.
Model seperti OnePath bisa menjadi inspirasi bagi lembaga Islam dan para dai di Indonesia untuk mengembangkan media dakwah yang relevan, kredibel, dan menarik bagi audiens digital.
Podcast dan media streaming bukan hanya tren, melainkan representasi dari evolusi komunikasi dakwah dan pendidikan Islam. Di tengah derasnya arus informasi digital, kehadiran media ini menjadi jawaban atas kebutuhan umat yang menginginkan dakwah yang lebih dekat, ringan, namun tetap bermakna.
Dengan strategi yang tepat, kolaborasi yang luas, serta komitmen pada nilai-nilai Islam, media digital bisa menjadi pilar baru dalam membangun peradaban Islam yang melek teknologi dan tetap berakar kuat pada ajaran wahyu.

