Konten dari Pengguna
Padel: Saat Raket Menggantikan Cangkir Kopi di Ruang Sosial Urban
19 Juli 2025 9:09 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Padel: Saat Raket Menggantikan Cangkir Kopi di Ruang Sosial Urban
Padel bukan cuma olahraga, tapi gaya hidup baru urban. Lapangannya jadi ruang sosial tempat orang membangun koneksi, sehat bareng, dan nongkrong versi aktif.Hanifah putri aulia
Tulisan dari Hanifah putri aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dari sekadar tren olahraga, padel kini menjelma menjadi arena sosial baru yang menggeser budaya nongkrong di kafe bagi masyarakat urban.

Setelah tren bersepeda dan lari, kini masyarakat urban dilanda demam padel—sebuah perpaduan antara tenis dan squash yang menjelma menjadi gaya hidup sosial baru. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga merambah kota-kota besar lain seperti Bali dan Yogyakarta.
Jika beberapa tahun lalu brunch akhir pekan di kafe menjadi simbol gaya hidup kelas menengah, kini pemandangan itu mulai bergeser. Raket, bola, dan lapangan berdinding kaca kini menggantikan secangkir kopi dan obrolan santai. Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, padel bukan sekadar tren olahraga, melainkan telah berevolusi menjadi ruang sosial baru.
Tingginya antusiasme terhadap padel ini terbukti dari data okupansi. House of Padel (HOP) di Jakarta, misalnya, mencatat tingkat keterisian hingga 98,3% pada hari libur. Pemainnya pun datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari Gen Z hingga senior, dengan puncak pada kelompok usia produktif 30–45 tahun. Uniknya, banyak yang datang seorang diri, bermain dengan orang yang baru dikenal, dan pulang dengan teman atau bahkan koneksi bisnis baru. "Datang iseng buat main, pulangnya dapat networking," ujar seorang pemain kepada DW Indonesia.
Fenomena ini juga terjadi secara global. Laporan Global Padel Report 2023 yang dirilis Playtomic dan Deloitte memproyeksikan padel akan tumbuh menjadi industri senilai €6 miliar pada 2026, dengan lebih dari 85.000 lapangan di seluruh dunia—dua kali lipat lebih banyak dari jumlah saat ini. Daya tariknya begitu kuat hingga 92% pemain baru memutuskan untuk kembali bermain setelah mencoba pertama kali.
Pemain beraksi di lapangan padel, sebuah tren gaya hidup urban masa kini.
Mengapa padel begitu cepat mengambil alih peran sosial yang dulu dipegang oleh tempat nongkrong? Kuncinya terletak pada desain dan budaya permainannya:
Data dari Simple Padel yang menyebutkan rata-rata 111 lapangan baru dibangun setiap minggu di seluruh dunia seolah mengamini fenomena ini. Bahkan, para pesohor dunia seperti Novak Djokovic dan David Beckham ikut meramaikannya. Maka, tidak berlebihan rasanya jika kita menyebut padel sebagai "kafe baru" bagi masyarakat urban—bedanya, kali ini mediumnya adalah raket.

