Konten dari Pengguna

Mengelola Potensi Diri

Mara Ongku Hsb
Dosen Studi Islam di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Guru Pancasila di SMP Widya Graha Pekanbaru
2 September 2025 10:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mengelola Potensi Diri
Galilah diri kita mulai hari ini apa saja potensi yang bisa dikembangkan walaupun tujuannya untuk mencari zona nyaman, tentu zona nyamannya harus dibarengi dengan kehidupan dan keseimbangan antara di
Mara Ongku Hsb
Tulisan dari Mara Ongku Hsb tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: Dokumen Pribadi/menghadiri wisuda
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumen Pribadi/menghadiri wisuda
Dalam perkembangannya, manusia selalu mengupdate dirinya menggali potensi hidupnya sampai ia ke pucuk semua itu ia lakukan demi mengembangkan dirinya yang lebih baik sebenarnya semua manusia telah dibekali sebagai manusia yang mampu memimpin mengelola bukankah itu yang disebutkan oleh Allah dalam al-Qur’an, inni ja’ilun fi al-ardi khalifah, sesungguhnya Allah menjadikan kita sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi
Pada prinsipnya semua manusia sudah dibekali dengan kekayaan potensi itu dalam dirinya namun mengembangkan mengeluarkannya menjadi sebuah project masih belum bisa apa yang harus dilakukan hingga berhenti pada satu tema saja dalam hidupnya yaitu apa yang ada saja itu sudah cukup tidak mau mencari hal-hal baru sudah nyaman di zona nyaman.
Memang dalam hidup dan kehidupan ini kalau sudah nyaman niscaya kehidupan enak menjadi sempurna, tetapi menurut sebagian orang kita di bumi ini belum ada zona nyamannya kalau ia tidak mempersiapkan kehidupan setelah kematian, banyak menyangka bahwa kehidupan ini hanya di dunia saja dan tidak ada lagi setelah itu hingga mereka berani wakaf dalam bahasa tajwid yaitu berhenti pada satu tanda.
Hidup ini tidak cukup hanya memikirkan kesenangan di dunia lalu abai pada kehidupan akhirat, oleh sebab itu lah kehidupan yang zona nyaman itu ketika sudah mempersiapkan kehidupannya di masa mendatang yaitu kehidupan yang abadi, alam akhirat.
Kalaulah zona nyaman di dunia saja belum bisa disebut sebagai nyaman yang sempurna. Karena baru selesai pada tahap yang abstrak, sedangkan kehidupan yang konkret adalah juga tujuan hidup sesungguhnya. Lupa dan lupa lalai dan lalai itulah selalu yang menemani hidup manusia
Sesal menyesal menyalah-nyalahkan satu sama lain, kemudian tidak ada yang mau disalahkan padahal semua berbuat kesalahan itu artinya ego masih tinggi disetiap insan masih suka dan bangga membanggakan diri, dan itu memang kesenangan manusia dipuji dan disanjung
Galilah diri kita mulai hari ini apa saja potensi yang bisa dikembangkan walaupun tujuannya untuk mencari zona nyaman, tentu zona nyamannya harus dibarengi dengan kehidupan dan keseimbangan antara di dunia dan di akhirat.
Dengan menggali diri kita semakin dewasa dan luas berfikir karena ktia sudah tahu apa gunanya dan tujuan hidup kita didunia ini, tidak jauh-jauh itulah yang dekat dengan kita penghambaan diri kepada Allah. Wa Ma Khalaqtul Jinna wal Insa Illa Liya’budun ( Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku) itulah firman Tuhan yang sangat terang dan jelas.
Kalau diterangi lebih lanjut, makan ayat diatas adalah tentang ibadah terbagi kepada dua yaitu ada ibadah mahdah dan ada ibadah ghairu mahdah ada ibadah individu ( hubungan spiritual ) dan ada ibadah sosial (hubungan sosial) atau yang lazim kita dengan istilah hablum min Allah dan Hablum Min al-Nas. Menurut penelitian Alaiddin Koto dalam bacaan i’tibar perbandingan ibadah individu dan ibadah sosial itu adalah 1 banding 100, satu ayat ibadah dan 100 ayat sosial, itu artinya Allah menyuruh kita agar selalu memperbaiki hubungan baik dengan manusia. Jangan hanya terbatas pada manusia kamar saja meminjam istilah dari Ulil Absar Abdalla.
Bahkan silaturrahmi sebagai ibadah sosial dan ibadah spiritual menjadi sebab untuk mengembangkan potensi diri, karena harus banyak bersosialisasi dan membangun jaringan (network) itulah sebab kurikulum di perguruan tinggi sekarang ini lebih menekankan soft skill apa luaran dari kampus setelah kuliah kadang bingung melihat nilai tinggi tetapi tidak menjadi apa-apa itulah pentingnya mengembangkan potensi diri. []
Trending Now